Menko Luhut: 8.000 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Morowali Hingga Hari Ini

Menko Luhut: 8.000 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Morowali Hingga Hari Ini
UANG | 2 Juni 2020 19:52 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menyebut bahwa hingga hari ini sebanyak 8.000 tenaga kerja asing bekerja di Morowali, Sulawesi Tengah. Sementara itu, tenaga kerja dalam negeri sebanyak 34.000 orang juga bekerja di lokasi yang sama.

"Morowali itu saya kira per hari ini tenaga kerjanya sekitar 42.000 dan tenaga asingnya sekitar 8,000 dan itu akan berkurang karena akan ada lulusan politeknik," ujar Menko Luhut dalam diskusi online, Jakarta, Selasa (2/6).

Menko Luhut mengatakan, kebutuhan Indonesia terhadap tenaga kerja asing terjadi karena teknologi yang diterapkan di lokasi investasi menggunakan teknologi canggih. Di mana hanya tenaga kerja asing yang memahami pengoperasiannya.

"Ya memang tidak bisa kita hindari kita harus pakai tenaga kerja asing dulu karena mereka paham teknologi ini. Sementara kita yang digunakan sebelumnya teknologi yang sudah lama, sekarang itu sudah canggih," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Investasi

Sementara itu terkait investasi, dia memastikan, Morowali akan menyerap sebesar USD 30 miliar hingga 2024. Investasi tersebut juga nanti akan menyerap tenaga kerja asli dalam negeri yang semakin besar.

Selain Morowali, penyerapan tenaga kerja juga akan terjadi bersamaan dengan masuknya investasi ke Halmahera Tengah dan Konawe Utara. Keseluruhan lokasi investasi tersebut diperkirakan akan menyerap tenaga kerja lebih dari 100.000.

"Di Halmahera tengah itu setengah dari Morowali. Kalau jadi nanti masuk smelter dari Cooper itu bisa jadi 30.000 angkatan kerja juga. Makanya kita ingin ada politeknik di sana. Di Konawe Utara juga. Jadi kalau kita hitung, angkatan kerja itu bisa sampai ke 100.000 lebih," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Perusahaan Bantah Belum Penuhi Hak TKA China yang Mengamuk di Bandara Banyuwangi
Pemerintah Siapkan Protokol Kesehatan untuk ABK Saat Kenormalan Baru
Kadin Sebut 6 Juta Pekerja Dirumahkan dan Kena PHK Akibat Corona
Pemerintah Ungkap Alasan Datangkan 500 TKA China ke Indonesia
Masuk Era Kenormalan Baru, Pemerintah Minta Pengusaha Rekrut Kembali Pekerja di-PHK
3 Evaluasi Program Kartu Prakerja

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5