Menko Luhut Ajak Airbus Produksi Komponen dan Pemeliharaan Pesawat di Indonesia

UANG | 4 Februari 2019 15:16 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, meminta produsen pesawat komersil asal Prancis, Airbus, untuk bisa memproduksi komponen pesawat di Indonesia. Permintaan itu disampaikannya dalam pertemuan dengan President Asia-Pacific Airbus Jean-Marc Nasr di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin.

"Saya minta mereka untuk bikin bagian-bagian pesawat di Dirgantara Indonesia. Kemudian mereka juga kita minta untuk buat ban-ban pesawat mereka di Indonesia," kata Menko Luhut seperti dikutip dari Antara, Jakarta, Senin (4/2).

Mantan Menko Polhukam itu mengatakan permintaan untuk memproduksi komponen-komponen pesawat di dalam negeri bertujuan agar bahan baku di Indonesia bisa digunakan dengan optimal. "Seperti Michelin, Dunlop, dan GT sehingga karet kita juga bisa kita banyak serap," imbuhnya.

Sayangnya, Menko Luhut mengaku belum tahu pasti jumlah besaran investasi yang dibutuhkan oleh Airbus untuk merealisasikan rencana tersebut.

"Sedang dihitung biayanya, berapa biaya produksinya, berapa yang bisa dibuat, berapa investasi industri bannya. Nanti juga kita tawarkan sama perusahaan-perusahaan yang bisa membuat pesawat terbang," tuturnya.

Selain bisa menyerap produksi karet nasional, diharapkan produksi komponen Airbus di Tanah Air akan dapat menyerap tenaga kerja dalam negeri.

Menko Luhut menambahkan dirinya juga mendorong agar Airbus bisa segera menjalin kerjasama dalam bisnis pemeliharaan pesawat. Dua maskapai yakni Lion Air dan Garuda Indonesia disebutnya telah memiliki fasilitas pemeliharaan pesawat di Batam dan Bintan.

"Mereka ingin kerjasama maintenance (pemeliharaan) untuk pesawat-pesawat Airbus 320 mereka," katanya.

Menko Luhut menambahkan April mendatang pihak Airbus akan datang dengan usulan yang konkret terkait kerjasama di Bintan dan Batam itu.

Menurut mantan Kepala Staf Kepresidenan itu, pihak Airbus tertarik dengan rencana tersebut karena pengerjaan di dalam negeri akan menekan biaya 20 persen lebih murah ketimbang harus melakukannya di Singapura. "Jadi ya mereka senang, mereka tahu itu. Apalagi skill (keterampilan) orang Indonesia hebat, kalau sudah dilatih," katanya.

Baca juga:
Penumpang Pesawat 16 Jam Kedinginan, Ini Penyebabnya
Menhub Budi Minta VietJet Air Tak Tampilkan Pramugari Berbikini Saat Terbang ke RI
Awal Tahun 2019, 20 Pesawat Berputar-putar Di Langit Semarang karena Cuaca Buruk
Saat Bangkai Pesawat Jumbo Jet Disulap Jadi Hotel nan Nyaman
Menteri Rini: Harga Avtur di Indonesia Kompetitif Dibanding Negara Lain
5 Layanan Maskapai Termewah Saat Manjakan Penumpangnya
Penumpang Protes Kabin Panas, Citilink Batal Terbang

(mdk/bim)