Menko Luhut Akan Ajukan Perluasan Landas Kontinen di Tiga Wilayah

Menko Luhut Akan Ajukan Perluasan Landas Kontinen di Tiga Wilayah
UANG | 28 Februari 2020 20:03 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengumumkan rencana besar Indonesia untuk melakukan submisi landas kontinen Indonesia di tiga wilayah, yaitu di segmen Utara Papua, segmen Barat Pulau Sumatra, dan di Lautan Jawa.

"Mendapat submisi di tiga tempat satu di utaranya pulau Papua, dua di sebelah barat pulau Sumatra, dan di lautan Jawa," tegas Menko Luhut di Kantornya, Jakarta, Jumat (28/2).

Hal ini dilakukan demi kepentingan nasional yaitu untuk menambah batas luas wilayah negara dan peningkatan sumber daya alam nasional. "Kepentingannya kalau kita dapat mungkin mineral," imbuh dia.

Namun untuk mewujudkan rencana ini, Menko Luhut mengakui masih menemui kendala terkait kesediaan teknologi yang mendukung

"Memang sekarang belum bisa, tapi lima belas tahun lagi teknologi semakin berkembang. We never now," bebernya.

Mengutip rilis yang di keluarkan kementeriannya, tertulis bahwa pada 11 April 2019 pemerintah Indonesia telah menyampaikan submisi klaim untuk segmen utara Papua, seluas 196.568,9 kilometer persegi. Sementara untuk wilayah barat Pulau Sumatra area landas kontinen tambahan kurang lebih 200.000 kilometer persegi yang lebih luas dari segmen utara Papua. Terkait segmen Lautan Jawa, Menko Luhut belum memberi keterangan lebih lanjut.

"Nah itu luasnya besar sekali. Yang di utara Papua lebih luas dari pulau Sulawesi," tandas dia.

Akan tetapi, untuk wilayah utara Papua yang akan disubmisikan oleh pemerintah Indonesia, terdapat tumpang tindih dengan submisi yang disampaikan oleh tiga negara tetangga, yaitu Palau, Papua Nugini, dan Federasi Mikronesia.

"Tidak ada tumpang tindih dengan negara lain untuk (segmen barat pulau Sumatera)," lanjut Luhut.

Baca Selanjutnya: Siapkan Tim Gabungan...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami