Menko Luhut Dorong Kaltim Genjot Hilirisasi Selamatkan Ekonomi Imbas Pandemi

Menko Luhut Dorong Kaltim Genjot Hilirisasi Selamatkan Ekonomi Imbas Pandemi
UANG | 10 Juli 2020 20:39 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan PDB Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2020 akan mengalami penurunan karena pelambatan ekonomi global dan nasional imbas pandemi Covid-19. Salah satu upaya mitigasi adalah dengan melakukan hilirisasi.

"Menurut saya di Kaltim ini, perlu kita lihat hilirisasi apa yang harus kita lakukan karena itu yang akan banyak nanti membantu kita. Kepada para pemimpin di Kaltim, baik Gubernur, Walikota, dan Bupati saya minta hal ini dipikirkan. Jadi bukan hanya gali dan ekspor saja, bukan itu lagi karena itu nanti habis. Maka kita buat supaya betul-betul ada nilai tambah," jelas Menko Luhut saat menjadi narasumber pada Webinar Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Kaltim Periode Mei 2020 dari Bank Indonesia Provinsi Kaltim di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Jumat (10/7).

Menko Luhut mengatakan sektor pertambangan dan perkebunan memberi kontribusi sangat signifikan terhadap pertumbuhan PDB Kaltim. Selain ekspor batubara dan migas, palm oil (CPO) juga menjadi komoditas ekspor yang menunjang ekonomi Kaltim.

Meski begitu, dalam upaya meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor tentu membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengembangkan sektor pendidikan di Provinsi Kaltim.

"Menurut saya kenapa tidak diajak dari pihak tambang itu untuk membantu membangun politeknik yang berkualitas, misalnya politeknik khusus tambang seperti yang terjadi pada industri di Morowali dan sebagainya. Bersama dengan Pemda, Kementerian Pendidikan dan Kementerian Perindustrian sehingga kualitas pendidikannya juga jalan. Tenaga pengajarnya nanti dari daerah tersebut, itu suatu proses yang butuh waktu," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Dorong Investasi Hijau di Kaltim

hijau di kaltim

Menko Luhut menambahkan, melalui pengembangan green energy (energi terbarukan) diharapkan dapat mendorong investasi baru dan memberi nilai tambah pada sektor ekonomi yang sudah ada.

Terkait investasi, yang perlu diperhatikan ialah menghindari teknologi yang merusak lingkungan. Sebab investasi berbasis Renewable Energy dan Green Industry mempunyai peluangnya cukup besar di masa depan.

Sehingga pihaknya meminta Pemda perlu menyusun rencana strategis agar investasi sektor tersebut dapat berkembang. Serta memitigasi trend peningkatan gini ratio ketika ekonomi global dan nasional yang kembali menggeliat pasca pandemi.

"Kaltim ini sebenarnya masih sangat oke banget kalau kita lihat dari rata-rata nasional. Dari rapat kemarin kelihatan itu orang yang mau travelling sudah mulai meningkat, jadi ekonomi itu mulai jalan," ujarnya.

Untuk itu, disebutkannya pemerintah pusat siap memfasilitasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka membantu realisasi investasi yang memberi nilai tambah ekonomi, sosial dan sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan. "Saya pikir yang penting koordinasi terus dilakukan, kita siap terus membantu," pungkas Menko Luhut.

(mdk/bim)

Baca juga:
Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Semester I di Kisaran Minus 0,4 - 1,1 Persen
Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Bos BI Buka Ruang Turunkan Suku Bunga
Sri Mulyani: Kemerosotan Ekonomi Kuartal II Sangat Drastis, Kita Perlu Waspada
Erick Thohir: Ekonomi RI Baru Bisa Pulih 100 Persen di Kuartal I-2022
Covid-19 Pengaruhi Kesejahteraan Masyarakat dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Calon Deputi Gubernur BI Tawarkan Paket Wisata Ramah Covid-19 untuk Pulihkan Ekonomi
RI Negara Menengah Atas, Tak Berarti Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami