Menko Luhut: Harga Tiket Pesawat Mahal Bukan Disebabkan Duopoli

UANG | 11 Juni 2019 13:23 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan membantah telah terjadi duopoli di industri maskapai penerbangan Indonesia. Tudingan yang menyasar Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group tersebut, disebut telah menyebabkan harga tiket pesawat mahal.

"Jadi kalau duopoli itu saya kira tidak juga," kata dia saat ditemui, di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (11/6).

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini pun membandingkan harga tiket pesawat maskapai yang ada di dunia. Menurut dia tiket pesawat Garuda Indonesia merupakan salah satu yang termurah.

"Kalau kita lihat itu harga tiket pesawat Garuda itu masih 6 termurah di dunia dari 80 perusahaan di dunia," jelas Luhut.

Luhut menilai mahalnya harga tiket saat ini lebih disebabkan oleh inefisiensi di tubuh perusahaan maskapai penerbangan. Inefisiensi, lanjut dia, terjadi baik di tubuh Garuda Indonesia Group maupun Lion Air Group.

"Jadi hanya memang kesalahan kita ada banyak hal. Satu inefisiensi di Garuda, tapi sekarang Garuda sedang memperbaiki, baik itu di Lion juga," ungkapnya.

Sebagai contoh, lanjut Luhut, Garuda dulu pernah melakukan pembelian pesawat yang tidak pas sehingga dampak negatifnya terhadap efisiensi dirasakan saat ini. "Kita punya di Garuda itu jenis-jenis pesawat yang tidak efisien juga, Bombardier yang dibeli dulu tapi sekarang sudah bisa mulai dijual kembali," ungkap Luhut.

"Jadi kita paham ada masalah ini, tapi Garuda tidak bisa juga bohongi dirinya karena dia punya utang-utang yang lalu, yang jatuh tempo tahun ini saja seberapa besar gitu. Nah ini yang sedang mereka selesaikan," tandasnya.

Baca juga:
Mengupas Rencana 'Impor' Maskapai Asing Tekan Harga Tiket Pesawat
Menhub Budi Sebut Pengoperasian Maskapai Asing Beri Peluang Reformasi
Harga Tiket Pesawat Mahal, Maskapai Kurangi Operasi Armada Saat Mudik
Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Jumlah Penumpang Turun 28,48 Persen
Pekan Depan, Penurunan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Bakal Dievaluasi
Pemerintah Tetap Hati-Hati Terkait Rencana 'Impor' Maskapai Asing
Pengusaha Beberkan Keuntungan Masuknya Maskapai Asing di Indonesia

(mdk/idr)