Menko Luhut ke Bank Dunia: RI Siapkan Rp720 T Untuk Stimulus Ekonomi

Menko Luhut ke Bank Dunia: RI Siapkan Rp720 T Untuk Stimulus Ekonomi
UANG | 2 Juni 2020 20:11 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan dirinya baru saja melakukan diskusi dengan Bank Dunia (World Bank) mengenai upaya Indonesia dalam menangani dampak Virus Corona. Dalam kesempatan tersebut, dia menceritakan, Indonesia menyiapkan Rp720 triliun untuk stimulus dan penanganan dampak pandemi.

"Langkah pemerintah mengatasi ini semua, pemerintah menyiapkan dukungan fiskal Rp720 triliun untuk menstimulasi ekonomi. Jangan ada anggapan saya mengurusi semua, ini juga bidang saya. Saya bincang-bincang tadi malam dengan World Bank, mereka perlu tahu apa yang kita lakukan," ujarnya dalam diskusi online, Jakarta, Selasa (2/6).

Menko Luhut pun merinci satu per satu penggunaan dana tersebut. Pertama untuk dukungan kesehatan sekitar Rp78,5 triliun. Angka tersebut untuk penanganan Covid, insentif tenaga medis dan santunan kematian.

"Dan lebih penting lagi Presiden sudah memerintahkan kita supaya membuat industri farmasi yang selama ini kita 90 persen lebih kita impor. Sekarang kita sudah membuat 9 industri baru di UI, ITB, UGM dan di mana saja itu. Yang selama ini tidak pernah muncul, APD kita produksi dan masker kita produksi," jelasnya.

Kedua adalah dukungan rumah tangga yaitu Rp232,3 triliun untuk bantuan sembako dan bantuan tunai, kartu prakerja, subsidi listrik dan program perumahan. Kemudian ketiga, dukungan untuk industri dan dunia usaha sekitar Rp410 triliun mulai dari insentif pajak, bantuan ke BUMN dan UMKM, koperasi non BUMN dan non UMKM, bantuan ke pemda dan stimulus ke pariwisata.

"Dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan LPS, kita lagi bicarakan bagaimana membantu usaha di swasta itu juga bisa mendapat bantuan. Karena mereka juga terdampak. Ini masih dibahas," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Bank Dunia Kritik Pemberian Insentif Pajak RI

kritik pemberian insentif pajak ri rev1

Ekonom senior Bank Dunia, Ralph van Doorn, mempertanyakan langkah pemerintah dalam melakukan pembebasan dan pemotongan pajak. Padahal menurutnya, pajak merupakan salah satu sumber dana penolong dalam menghadapi masa kritis pandemi ini.

"Indonesia ke depan akan membutuhkan pengeluaran besar tidak hanya selama Covid-19, tapi juga untuk pemulihan. Tapi bagaimana cara melakukannya ketika sumber uang negara jadi lebih sedikit akibat pembebasan dan pemotongan pajak?" sindirnya dalam sesi teleconference, Selasa (2/6).

Dia juga memperkirakan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun ini bisa meningkat 37 persen. Prediksi tersebut didorong oleh adanya defisit yang lebih tinggi, pertumbuhan ekonomi melambat, serta depresiasi nilai tukar Rupiah.

(mdk/bim)

Baca juga:
Bank Dunia Kritik Pemberian Insentif Pajak RI di Tengah Pandemi
Indonesia Raih Utang Rp3,6 Triliun Dari Bank Dunia Tangani Covid-19
Bank Dunia: 60 Juta Orang Bisa Jatuh Miskin Karena Pandemi Virus Corona
Sejumlah Ramalan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2020, Ada yang Minus 3,5 persen
Bersama India & China, Ekonomi RI Diramal IMF & Bank Dunia Bisa Bertahan dari Corona
Bank Dunia Beri Rekomendasi untuk Negara Berkembang Atasi Dampak Corona
RI Dinilai Punya Cukup Dana Perangi Corona, Tak Perlu Berutang ke IMF dan Bank Dunia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Jatim Bersiap Jalani Kehidupan New Normal - MERDEKA BICARA with Khofifah Indar Parawansa

5