Menko Luhut Sebut Microsoft Minat Investasi Rp13,6 T Bangun Pusat Data di Indonesia

UANG | 17 Januari 2020 20:19 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan Microsoft berencana investasi di Indonesia senilai USD 1 miliar atau setara Rp13,6 triliun (asumsi Rp13.675 per USD). Investasi tersebut digunakan untuk membangun pusat data di Indonesia.

"Mereka mau bikin data center di sini," kata Menko Luhut di Kantornya, Jakarta, Jumat (17/1).

Meski begitu, investasi Microsoft senilai Rp13,6 triliun belum bisa dipastikan kapan akan dimulai. Dia berharap akan dilakukan tahun ini. "Dia bilang segera. Kita berharap tahun ini," singkatnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam lawatannya ke Amerika Serikat (AS) tahun lalu mengunjungi kantor Microsoft. Presiden Jokowi mengajak bekerja sama membangun pusat pendidikan dengan universitas dari Indonesia. Tujuannya menjadi Indonesia sebagai penghubung pengembangan teknologi di ASEAN.

1 dari 1 halaman

Incaran Investasi Putra Mahkota UEA, Pulau Mori Mirip Nusa Dua

Presiden Joko Widodo menawarkan investasi di Pulau Mori, Morowali, Sulawesi Tengah kepada Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed. Tawaran itu merupakan buah dari kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan UEA baru-baru ini.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menggambarkan Tanah Mori yang dimaksud mirip seperti kawasan Nusa Dua di Bali. Hamparan pantai cantik dari depan dengan panorama pegunungan di belakangnya.

"Ini memang indah sekali, kira-kira 500 meter jaraknya (pantai dan gunung)," kata Menko Luhut di Kantornya, Jakarta, Jumat (17/1).

Presiden Joko Widodo, kata Menko Luhut, berencana akan mengadakan pertemuan internasional di Tanah Mori. Semisal pertemuan G20 atau APEC pada 2023 mendatang. Apalagi, secara jarak dari bandara terdekat hanya 30 kilometer.

Konsep pembangunan Tanah Mori pun sudah ditawarkan. Hanya dia enggan membeberkan lebih lanjut. Dia optimistis proses pembangunan pun bisa dikerjakan dalam 2 tahun. "2 tahun kan beres. Indonesia kan tukang sulap," katanya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Draf RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Rampung Awal Pekan Depan
Kantor Pemerintahan di Ibu Kota Baru Bebas dari Utang Asing
Pemangkasan Harga Gas dari Hulu Disebut Bikin Investor Khawatir
Dana Asing Rp272,7 Triliun Bakal Masuk ke Indonesia
Luhut Harap Rupiah Tak Terlalu Cepat Menguat
Dapat Investasi dari Uni Emirat Arab, BUMN Semakin Menarik untuk Investor
Luhut Minta Bantuan KPK Awasi Investasi dan Penyelundupan Nikel

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.