Menko Luhut Sindir Balik Prabowo Soal Menteri Pencetak Utang

UANG | 31 Januari 2019 14:40 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara soal pernyataan Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto soal menteri pencetak utang. Menurutnya, apa yang dikatakan oleh Prabowo tidak seharusnya diucapkan.

Sebab, utang yang dimiliki oleh Indonesia untuk meningkatkan prasarana yang ada di Indonesia. Seperti misalnya pembangunan kawasan ekonomi terpadu yang ada di kawasan Bekasi, Karawang, Purwakarta (BEKAPUR).

"Saat ini kita akan segera finalisasikan kawasan BEKAPUR, karena 60 persen kawasan industri kita berada disana dan akan dijadikan kawasan ekonomi terpadu. Di situ akan kita buat dan sekarang sedang di finalisasi dan negosiasi oleh Hyundai mobil listrik," kata Luhut di Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (31/1).

Luhut menambahkan, saat ini dia telah membuat perjanjian dengan Australia dan akan mendistribusikan mobil listrik ke Marowali dan itu akan memakan biaya USD 4 miliar. Hal ini lah yang menjadikan alasan mengapa Indonesia membutuhkan untuk berutang.

"Saya tidak akan mengkhianati anak buah dan komandan saya yang telah gugur di daerah operasi, dan saya telah berjanji pada diri saya bahwa di hari tua ini, dan karena saya juga sebagai salah satu pengambil keputusan, saya akan membangun Indonesia dan tidak menjadikan Indonesia sebagai benteng kredit, jadi orang yang bilang menterinya berutang maka neneknya menteri utang," tandasnya.

Reporter: Ayu Lestari Wahyu Puranidhi

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Menko Luhut: Utang Indonesia Dilakukan Untuk Hal Produktif
BPN Sebut Utang Negara Meroket Tetapi Tidak Jelas untuk Apa
Tak Banyak Dipahami, Utang Diakui Menteri Sri Mulyani Sedang Dijadikan Bahan Kampanye
Wapres JK Tegaskan Jika Utang Negara Tidak Dipakai Untuk Foya-foya
Soal Menteri Pencetak Utang, TKN Jokowi Minta Prabowo Pakai Data & Tak Asal Bicara

(mdk/azz)