Menko Luhut soal Harga Minyak Anjlok: Kita Enggak Boleh Terburu-buru Ambil Kebijakan

Menko Luhut soal Harga Minyak Anjlok: Kita Enggak Boleh Terburu-buru Ambil Kebijakan
UANG | 9 Maret 2020 22:15 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyebut bahwa pemerintah tidak akan terburu-buru mengambil kebijakan terkait anjloknya harga minyak dunia. Pemerintah katanya akan cermat dalam mengambil kebijakan pasca anjloknya harga emas hitam tersebut.

"Tadi saya sudah bilang di istana, harga ini kan mesti cermatin baik-baik. Nggak boleh juga buru-buru. Karena kan bukan Indonesia saja, semua dunia kena," tegas dia seusai mengisi rapat pembahasan kawasan pariwisata Borobudur di Kantornya, Jakarta, Senin (9/3).

Menurut Luhut, penurunan harga minyak dunia baru saja berlangsung, sehingga dia merasa masih terlalu prematur bagi pemerintah Indonesia untuk memutuskan kebijakan.

"Kita belum tahu. Ini kan perkelahian Rusia dan Arab Saudi," tandas Menko Luhut.

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melakukan langkah antisipasi agar kegiatan operasi hulu migas tetap berjalan dengan baik saat harga dunia tengah anjlok parah. Harga minyak mentah berjangka Brent anjlok 30 persen menjadi USD 31,02 per barel.

1 dari 1 halaman

Strategi Pertahankan Produksi Minyak

produksi minyak rev1

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, penurunan harga minyak harus diantisipasi dengan baik, sehingga kegiatan operasi hulu migas tetap berjalan normal dan target produksi tidak terdampak oleh penurunan harga tersebut. Untuk mendapatkan kebijakan yang tepat, SKK Migas berkoordinasi dengan Kontraktor KKS membahas langkah-langkah yang akan dilakukan.

"Kami berkoordinasi dengan Kontraktor KKS untuk membahas langkah-langkah agar kegiatan operasi dan pengembangan di lapangan dapat tetap dilaksanakan sesuai Work, Program and Budget (WP&B) tahun 2020 yang sudah disepakati bersama," kata Dwi di Jakarta, Senin (9/3).

SKK Migas memantau kegiatan investasi dan produksi KKKS, melalui rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD), rencana program tahunan (Work, Program and Budget/ WP&B), serta melalui persetujuan Authorization for Expenditure (AFE).

Melalui evaluasi tersebut, SKK Migas dapat mengetahui keekonomian masing-masing lapangan. Data inilah yang kemudian dijadikan dasar untuk menyusun strategi agar kegiatan operasi dan pengembangan lapangan tidak terhenti ketika harga minyak turun. (mdk/idr)

Baca juga:
Strategi SKK Migas Genjot Produksi saat Harga Minyak Dunia Anjlok
3 Solusi Kunci Bank Indonesia Hadapi Virus Corona dan Perang Harga Minyak Dunia
Arab Saudi Pangkas Harga Minyak, Ini Dampak Positif dan Negatif ke RI
Februari 2020, ICP Turun Menjadi USD 56,61 per Barel
Vaksin Virus Corona & Rencana OPEC Pangkas Produksi Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami