Menkominfo: Kisruh TVRI Masalah Internal

UANG | 6 Desember 2019 16:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate menyebut bahwa dia sudah melakukan pertemuan dengan Dewan Pengawas dan Direktur Utama (Dirut) TVRI Helmy Yahya, secara terpisah dan tertutup di kantornya.

Dia pun meminta permasalahan keduanya diselesaikan secara internal. Dia meminta masalah ini tidak dibawa ke ranah publik.

"Bahwa kisruh manajemen yang ada di TVRI, adalah masalah internal TVRI. Karenanya kita berharap diselesaikan secara internal oleh TVRI," kata Johnny di kantornya, Jakarta, Jumat (6/12).

Dia membantah bahwa melakukan mediasi hari ini. Namun, lebih kepada mendengarkan masalah dari masing-masing pihak.

"Bahwa, saya tidak atau belum melakukan mediasi. Yang dilakukan tadi adalah pertemuan terpisah antara saya dengan Dewas (Dewan Pengawas) yang diundang sebelum Jumatan, dan saya dengan direksi setelah salat Jumat. Kenapa terpisah, saya tentu ingin mendengar dari kedua-duanya dulu, untuk menjembatani ini," ungkap Johnny.

Dia menuturkan, belum memastikan kapan lagi akan bertemu atau mempertemukan keduanya.

"Ini kan baru bertemu. Ditintaklanjuti dulu," tukasnya.

1 dari 2 halaman

Dewan Pengawas Kirim Surat

Dewan Pengawas TVRI mengirim surat penonaktifan Direktur Utama (Dirut) TVRI Helmy Yahya. Dalam surat bernomor 3 Tahun 2019 itu tidak dijelaskan alasan masalah yang terjadi sehingga ada pemberhentian tersebut.

Menanggapi surat itu, Helmy Yahya langsung melawan. Dia mengaku hingga saat ini masih menjabat sebagai Dirut.

"Saya tetap Dirut TVRI yang sah. Intinya saya masih tetap dirut sah bersama seluruh direksi," kata Helmy Yahya saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (5/12).

Helmy pun mengirim surat bantahan terhadap surat itu. Menurutnya, surat Ketua Dewan Pengawas TVRI cacat hukum dan tidak mendasar sehingga surat keputusan tidak berlaku.

Bahwa pemberhentian anggota dewan direksi diberhentikan sebelum habis masa jabatan apabila tidak melaksanakan ketentuan undang-undang, bertindak merugikan lembaga, dipidana karena melakukan tidak pidana.

"Bahwa saya akan tetap menjalankan tugas sebagai Direktur Utama TVRI," tulis dalam surat Helmy Yahya No 1582/1.1/TVRI/2019 tentang Tanggapan Terhadap Surat Dewan Pengawas No 241/DEWAS/TVRI/2019 tentang SK Dewan Pengawas Nomor 3 Tahun 2019.

2 dari 2 halaman

Tetapkan Plt Dirut TVRI

Adapun Dewan Pengawas TVRI terdiri dari Maryuni Kabul Budiono, Supra Wimbarti, Arief Hidayat Thamrin, Pamungkas Trishadiatmoko, dan Made Ayu Dwie Mahenny.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat Thamrin disebutkan, menetapkan Supriyono Direktur Teknik Lembaga Penyiaran Publik TVRI sebagai Pelaksana Tugas Harian Dirut TVRI. Surat tersebut tertanggal 4 Desember 2019.

Helmy pun mengaku akan menggelar konferensi besok di kantornya untuk menjelaskan lebih detail mengenai permasalahan yang terjadi.

"Saya akan menjelaskan lebih detail melalui konferensi pers besok di kantor," tegas Helmy.

Reporter: Putu

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Pemerintah Beberkan Syarat Helmy Yahya Bisa Tetap Jadi Dirut TVRI
Menkominfo Sebut Surat Pemecatan Helmy Yahya Multitafsir
Helmy Yahya Mediasi dengan Dewan Pengawas di Kominfo
Dinonaktifkan Dewan Pengawas, Dirut TVRI Helmy Yahya Melawan
Ombudsman Bakal Panggil Direksi TVRI

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.