Menkop: Koperasi Manfaatkan Ekosistem Digital Minim, Apa Karena Pengurusnya Gaptek

Menkop: Koperasi Manfaatkan Ekosistem Digital Minim, Apa Karena Pengurusnya Gaptek
UANG | 19 November 2020 19:21 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Pelaku badan usaha jenis koperasi dianggap masih rendah dalam mengakses atau memanfaatkan ekosistem ekonomi digital. Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) ingin mengakselerasi transformasi sistem agar koperasi bisa cepat beradaptasi di era digital.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, dari 123.048 unit koperasi yang aktif, hanya 906 unit atau 0,73 persen yang sudah memanfaatkan ekosistem ekonomi digital. Catatan ini diperparah dengan tingkat partisipasi masyarakat di angka 8 persen yang berkoperasi.

"Koperasi yang memanfaatkan ekosistem digital ini masih minim. Saya nggak tahu apa karena pengurusnya karena gaptek (gagap teknologi), karena kebanyakan pengurus koperasi itu udah sepuh-sepuh," ucap dia dalam acara ‘Pencanangan Gerakan Inovasi dan Transformasi Digital Koperasi, di Bandung Kamis (19/11).

Dia mengakui, citra koperasi masih dianggap masih jadul, pelayanannya lambat, hingga akuntabilitasnya buruk. Padahal, tujuan dibentuknya unit koperasi adalah menghadirkan kesejahteraan umum.

Upaya transformasi koperasi dan UMKM ke arah ekonomi digital ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Dia mencontohkan, dalam kondisi pandemi Covid-19, hanya UMKM yang terhubung ke platform digital mengalami pertumbuhan.

Kuartal II tahun ini, penjualan UMKM yang terhubung ke ekosistem digital tercatat naik 26 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara yang belum terhubung ke platform digital banyak yang mengalami penurunan omzet, penurunan penjualan hingga penurunan pendapatan.

Dia memastikan pemanfaatan digitalisasi bukan berarti meninggalkan jati diri koperasi atau dianggap bertentangan dengan asas koperasi. Jika ada keengganan, maka mereka akan gagal menumbuhkan kinerja bisnis.

"Kita harus lompat, kita kembangkan modernisasi model bisnis yang bagaimana koperasi itu bisa bertarung dengan siapa saja. Jadi yang yang gagal itu urusan justru koperasi tidak mengembangkan model bisnis," terang dia.

Baca Selanjutnya: Tak Tersentuh Bank...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami