Menkop Teten Akui Banyak Orang Kaya Gunakan Elpiji 3 Kg

UANG | 21 Januari 2020 19:52 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Menteri Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Teten Masduki mengakui pemanfaatan gas bersubsidi 3 kilogram banyak salah sasaran atau digunakan oleh masyarakat dan usaha menengah. Dia pun telah menyiapkan skema dalam mendukung agar kegiatan usaha mikro dan kecil bisa tetap menggunakan gas bersubsidi tersebut.

"Distribusi gas melon itu banyak penyimpangan misalnya banyak orang yang mampu atau orang kaya justru menggunakan gas melon. Saya tahu rencana itu dikaitkan supaya subsidi itu tepat sasaran kepada si miskin yang butuh subsidi, ditambah anggaran subsidi tidak salah sasaran atau terbuang begitu saja. Maka dari itu, sekarang kita masih ikuti rencana yang ada," kata Menkop UMKM, Teten Masduki usai menghadiri Rapat Akhir Tahunan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia di Kabupaten Tangerang, Selasa (21/1).

Teten juga telah menyiapkan anggaran khusus untuk pelaku UMKM, berkaitan dengan rencana pencabutan subsidi gas elpiji 3 kilogram.

"Anggaran untuk membantu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah tentu kita siapkan. Tinggal nantinya kita lihat keputusan selanjutnya, apakah nantinya gas bersubsidi itu akan dicabut atau sebaliknya," ucap Teten.

Lebih detail lagi, bentuk bantuan dimaksud untuk mendukung pelaku usaha mikro dan kecil dengan penerbitan voucher subsidi, yang akan diberikan kepada pelaku usaha yang berhak. "Untuk penyaluran bantuan itu, nantinya ada kemungkinan dua cara, yang pertama kita terbitkan voucher bersubsidi dan yang kedua kita terapkan sistem transfer melalui rekening bank," jelasnya.

Namun begitu, untuk memuluskan hal tersebut pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mendata warga berhak, by name by address. Terutama pelaku usaha disektor mikro yang usahanya bergerak di bidang penyediaan makanan dan minuman yang banyak menggunakan gas dan memang di sektor mikro yang ekonominya survival.

"Terutama ya di sektor mikro. Nah, nanti kalau sudah terdata by name by address, langsung koordinasi ke kita sebagai pendamping yang kemudian, kita serahkan ke Kementerian ESDM," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Tanpa Subsidi, Harga Elpiji 3 Kg Bakal Sekitar Rp35.000

Subsidi gas 3 Kg akan dicabut oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Nantinya, subsidi takkan diberikan per tabung, tapi langsung ke penerima manfaat alias masyarakat tidak mampu.

Meski demikian, bukan berarti penerima manfaat bebas sebanyak-banyaknya menggunakan gas 3 Kg. Sebab, dalam 1 bulan mereka hanya dijatah maksimal 3 tabung. Setelah subsidi dicabut, nantinya harga jual gas 3 Kg akan disesuaikan dengan harga pasar. Harganya diperkirakan sekitar Rp35.000.

"Penerapan subsidi Elpiji tertutup tidak lagi pada barang, tapi tepat sasaran," kata Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto di Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/1).

Rencananya, penerapan penyaluran subsidi Elpiji tertutup akan diterapkan pada pertengahan 2020 setelah pemerintah menetapkan mekanisme penyaluran subsidi Elpiji tertutup.

"Metode seperti apa kita bahas, kita putuskan tahun ini, mudah-mudahan pertengahan tahun ini," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Soal Elpiji 3 Kg, Pedagang Berharap Jokowi Ingat Janjinya Saat Makan Bakso Bersama
Ganjar Pranowo: Banyak Orang Mampu seperti PNS, Dosen Gunakan LPG Subsidi
Wali Kota Solo Siapkan Komentar Pedas Jika Subsidi Elpiji 3 Kg Dicabut
Pertamina Tunggu Aturan Pemerintah Naikkan Harga Elpiji 3 Kg
5 Fakta di Balik Pembatasan Subsidi Elpiji 3 Kg, Siap-siap Harga Naik Tengah Tahun

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.