Menkop Teten Harap Sertifikat Merek Dagang Genjot Ekspor Produk UMKM

Menkop Teten Harap Sertifikat Merek Dagang Genjot Ekspor Produk UMKM
UANG | 17 Juli 2020 11:20 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, menerima 118 Sertifikat merek bagi Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) dari Kementerian Hukum dan HAM. Dengan adanya sertifikat merek ini pelaku koperasi dan UMKM bisa mendapatkan kepastian hukum, atas merek yang dimilikinya sekaligus memberikan manfaat bagi bisnis koperasi dan UMKM.

"Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi atas penyerahan 118 sertifikat merek dari Kemenkumham, yang mendapatkan sertifikat merek ini pelaku usaha akan semakin percaya diri dalam menjalankan usahanya," kata Teten.

Menurutnya, saat pandemi ini bisa menjadi momentum sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus menjaga dan melestarikan kualitas dan melindungi kekayaan intelektual anak bangsa dan produk asli Indonesia, agar kepemilikannya tidak disalah gunakan oleh pihak lain.

Khususnya produk-produk yang akan diekspor ke luar negeri, maka harus dibarengi dengan langkah-langkah perlindungan merek bagi para pelaku Koperasi dan UMKM di tanah air. Karena sering ada perdebatan di media sosial, ketika negara lain mengklaim kekayaan Indonesia .

Selain menggerakkan kampanye nasional Bangga Buatan Indonesia, Kementerian Koperasi dan UMKM mendorong kekayaan intelektual produk koperasi dan UMKM melalui program Fasilitasi pendaftaran merek, hak cipta, desain produk UMKM. "Sejak 2015 Kementerian Koperasi dan UKM bekerjasama dengan Kemenkumham, memberikan kemudahan dan melakukan penyederhanaan proses pendaftaran atas Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan kebijakan afirmatif khusus Koperasi dan UMKM," ujarnya.

Memang HKI ini sangat diperlukan dalam mendongkrak daya saing usaha, dalam upaya mendorong produk UMKM memasuki pasar global, Kementerian Koperasi dan UKM dan Kemenkumham akan terus melakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan tentang pentingnya perlindungan HKI. Serta memberikan kemudahan prosedur dalam mengakses pendaftaran sertifikat merek. Dalam praktiknya banyak UMKM kurang memperhatikan HKI ini.

Dia berharap, hal ini sejalan dengan amanah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan ekspor UMKM, yang saat ini baru 14 persen menjadi 20 persen.

"Maka perlu kami untuk mengedukasi mereka. Kolaborasi merupakan kunci sukses untuk memajukan UMKM di Indonesia, untuk itu saya berkolaborasi dengan Kemenkumham dan berlanjut demi UMKM, agar mampu bertahan dan merajai pasar lokal maupun global di tengah pandemi covid-19," tandasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Miliki Sertifikat Merek, UMKM dan Koperasi Diharapkan Lebih Mudah Akses Pembiayaan
Hingga Juni 2020, Jumlah Permohonan Merek Baru Naik Capai 35.900 Pemohon
Avana Bikin Mudah Merek dan UMKM Jalankan Bisnis lewat Social Commerce
UMKM Diajak Daftar Hak Kekayaan Intelektual, Bisa Lewat Online
Perhatikan 4 Hal Ini Agar Merek Produk Anda Bisa Dikenal Konsumen
Kecuali Milik Asing, Merek Dagang & Lembaga Usaha Wajib Berbahasa Indonesia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami