Menkop Teten: Kontribusi Masyarakat ke Koperasi Masih Sangat Rendah

Menkop Teten: Kontribusi Masyarakat ke Koperasi Masih Sangat Rendah
UANG | 13 Juli 2020 15:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mencatat bahwa kontribusi masyarakat Indonesia terhadap koperasi masih rendah, yakni baru 8,41 persen.

"Saat ini koperasi belum menjadi pilihan utama bagi masyarakat sebagai lembaga ekonomi dan badan usaha. Hal itu terlihat dari beberapa aspek, rendahnya partisipasi penduduk Indonesia yang menjadi anggota koperasi, dan rendahnya kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional,” kata Teten dalam webinar Koperasi nasional, Senin (13/7).

Kata Teten, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat 16,31 persen penduduk dunia menjadi anggota koperasi, namun di Indonesia masih sekitar 8,41 persen yang bergabung dalam koperasi.

Sedangkan kontribusi koperasi terhadap perekonomian Indonesia pada tahun 2019 baru 0,97 persen, dan angka tersebut masih relatif rendah, jika dibandingkan dengan rata-rata kontribusi koperasi terhadap ekonomi dunia sekitar 4,30 persen.

"Kondisi ini disebabkan karena kendala terkait regulasi manajemen dan SDM akses pembiayaan dan pengawasan, yang mungkin konsen kami membangun ekosistem usaha koperasi yang memungkinkan koperasi tumbuh," ujarnya.

Kata Teten, sebagai lembaga ekonomi, koperasi juga memiliki peran sebagai lembaga sosial. Di mana demokratisasi ekonomi dan sebagai lembaga pendidikan yang senantiasa membangun budaya pembelajaran antar anggota melalui praktik bisnis koperasi.

"Peran koperasi tersebut kami rasa mutlak perlu dimiliki, agar koperasi dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan anggota, katanya.

1 dari 1 halaman

Kontribusi Ekonomi

rev1

Kendati begitu, Menteri Teten melihat koperasi secara umum telah memberikan kontribusi yang positif terhadap perekonomian Indonesia, di mana 123 ribu unit koperasi mampu mendorong pembentukan 5,54 persen rasio PDB koperasi secara nasional, serta menyerap 0,45 persen dari total angkatan kerja di Indonesia.

"Dari total jumlah koperasi tersebut saat ini masih di dominasi oleh koperasi simpan pinjam, dan unit simpan pinjam yang mencapai 59,9 persen, serta terkonsentrasi di pulau Jawa mencapai 44,65 persen," pungkasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Koperasi Makmur Mandiri, Bantu Sesama dengan Berkoperasi
Ada Kasus Gagal Bayar, Menkop Teten akan Perkuat Sistem Pengawasan Koperasi
Menkop Teten: Koperasi Jadi Penyelamat Ekonomi Saat Krisis
Khofifah Minta Koperasi Percepat Transformasi Layanan Digital di Masa Pandemi
Pemerintah Ingatkan Pengajuan Izin Pembukaan Koperasi Kini Bisa Online Lewat OSS

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami