Menkop Teten Minta UMKM Kurangi Brand Produk untuk Ciptakan Nilai Tambah

UANG | 13 Januari 2020 14:55 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki meminta kepada seluruh Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat mengurangi brand atau merek produk di masing-masing jenis usahanya. Upaya ini dilakukan untuk menghasilkan nilai tambah terhadap produk UMKM itu sendiri.

"Jadi kita perlu mengkonsolidasi produk UMKM jangan terlalu banyak juga brandnya," katanya ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (13/1).

Dia mencontohkan, di Yogyakarta, Jawa Tengah kehadiran produk Bakpia Patok sangat mudah untuk dijumpai. Namun sayangnya banyak sekalian brand atau merek yang di ditawarkan oleh para UMKM. Sehingga banyaknya merek dengan produk yang sama secara otomatis akan membuat harga menjadi tidak sehat.

"Tapi merek terlalu banyak puluhan, akibatnya perang harga di antara mereka. Nah ini kan jadi tidak sehat. Kalau mereka kemudian kita dorong berkoperasi dan punya beberapa brand saja bisa menambah nilai," katanya.

Terkait hal ini, Menteri Teten mengaku sudah menganjurkan kepada para kepala dinas di berbagai daerah supaya bisa mengonsolidasikan agar brand-brand produk UMKM dapat dikurangi. Sehingga tercipta manfaat dan nilai tambah bagi para pelaku usaha.

1 dari 1 halaman

Omnibus Law Permudah UMKM Bentuk Perseroan Terbatas

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa melalui omnibus law pemerintah nantinya akan mempermudah izin Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menjadi perseroan terbatas (PT). Ini dilakukan agar meningkatkan daya saing UMKM.

"Ini untuk memudahkan UMKM untuk membuat lembaga berbasis hukum ini akan diproteksi terhadap kebangkrutan. Jadi kalau UMKM mengalami kebangkrutan, tapi dapurnya (rumah tangga) tidak terganggu. Ini masuk di dalam omnibus law," kata Menko Airlangga saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (19/12).

Menko Airlangga mengatakan, selama ini, untuk mendirikan Perseroan Terbatas ada batasan minimal yakni mencapai Rp 50 juta. Nantinya, biaya minimal tersebut akan dilepaskan untuk memudahkan UMKM menjadi Perseroan Terbatas sendiri.

"Nah itu tentu tujuannya adalah untuk melindungi para pengusaha UMKM dari kebangkrutan. Kalau kemarin dengan usaha tanpa badan usaha maka kalau bangkrut keluarganya ikut bangkrut. Kalau ini kan unit usahanya saja, sama di level playing field dengan perusahaan-perusahaan besar," jelas dia.

Secara aturan jelas, Menko Airlangga tidak merincikan lebih dalam. Hanya saja kata dia, regulasinya nanti akan masuk dalam undang-undang omnibus law. (mdk/idr)

Baca juga:
Menteri Teten Sebut Larangan Kantong Plastik di Jakarta Gairahkan UMKM
Geliat Perajin Perabotan Dapur di Pamulang
Cerita Olga Wina, Raup Puluhan Juta Usai Putuskan jadi Mitra Mapan
Modal Rp5.000, Masyarakat Bisa jadi Mitra Mapan Lewat Tiga Layanan Ini
Pemerintah Cari Formula UMK Dapat Sertifikasi Halal Gratis
Jokowi Klaim Produk Indonesia Bisa Bersaing dengan China

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.