Menkop Teten Nilai Pendampingan UMKM di Daerah Masih Asal-Asalan

Menkop Teten Nilai Pendampingan UMKM di Daerah Masih Asal-Asalan
UANG | 12 November 2020 12:44 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk dapat terintegrasi secara rantai pasok dengan pengusaha besar. Namun demikian, kualitas pendampingan yang dilakukan saat ini masih dipertanyakan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pemerintah sekarang tengah melakukan pendampingan dengan cara menarik pihak pendamping di tingkat kabupaten.

"Memang kita ada dana-dana dari dekonsentrasi yang dikirim ke daerah, termasuk untuk melakukan pendampingan," kata Teten dalam sesi webinar bersama Sinarmas, Kamis (12/11).

Kendati begitu, dia menyoroti kuantitas pihak pendamping yang belum banyak tersedia. Terlebih kualitas dan cara pendampingan UMKM yang ada di tingkat kabupaten pun masih cenderung asal-asalan.

"Nah cuman pendampingnya itu pertama jumlahnya tidak cukup, kedua juga kualitas. Ini asal rekrut aja, apalagi kalau musim pilkada kan banyak yang merekrutnya asal-asalan. Ini catatan kami," tuturnya.

Menindaki hal tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM coba mengevaluasi dari segi jumlah dan kualitas pendamping di setiap daerah melalui Balai Pelatihan Koperasi (Balatkop) di setiap provinsi.

"Jadi infrastruktur itu sebenarnya sudah bagus ada Balatkop, hanya satu yang enggak punya, Yogyakarta aja. Ini bisa kita kembangkan lah ke depan," ujar dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Pemerintah Ingin Fintech dan Perbankan Kolaborasi Bantu UMKM
Hibah Modal Kerja Diserbu 28 Juta Pendaftar, Teten Minta Kuota Penerima Ditambah
Pemerintah Dorong Kemitraan UMKM Terintegrasi Rantai Pasok dengan Usaha Besar
Tak Mampu Bayar Sewa, 10.000 Warteg Pindah dari Jakarta Sejak PSBB
Pemerintah Siapkan Rp 2,5 M untuk Pengadaan Barang dan Jasa dari UMKM
4 Strategi Pemerintah Dorong Digitalisasi UMKM

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami