Menkop Teten: Petani Sawit Senang Dapat Untung dari Minyak Makan Merah

Menkop Teten: Petani Sawit Senang Dapat Untung dari Minyak Makan Merah
Menkop Teten Masduki. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu
EKONOMI | 15 Agustus 2022 15:54 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, para petani sawit senang karena bisa memperoleh nilai tambah dari mengolah sawit menjadi minyak makan merah yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat.

"Mereka (para petani sawit), tak lagi hanya menjual TBS-nya (Tandan Buah Segar). Kalau 10 ton (produksi minyak makan merah) per hari, kita sudah hitung itu bisa didistribusikan ke dua kecamatan di sekitar kebun (sawit), dan ini akan memperkuat distribusi minyak makan merah (sebagai alternatif) minyak goreng ke masyarakat," kata Teten di Jakarta, dikutip Antara, Senin (15/8).

Berkaitan dengan hal tersebut, dia berterima kasih kepada Hippindo yang sudah mencarikan pasar minyak makan merah. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Ketua Hippindo Budhihardjo Iduansjah, lanjut Teten, Hippindo sudah mendapatkan permintaan 200 ton minyak makan merah dari jaringan restoran di Indonesia.

"Jadi tidak usaha ragu. Kita bisa bangun setiap 1.000 hektar sawit, kita bangun mini pabrik untuk CPO (Crude Palm Oil) dan minyak makan merah," imbuhnya.

Dia juga berterima kasih kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang telah mendukung Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan, Sumatera Utara, untuk meneliti minyak makan merah sebagai alternatif minyak goreng.

"Dalam perayaan kemerdekaan 77 tahun Indonesia, salah satu yang menjadi momentum kita adalah bagaimana menyejahterakan petani sawit dan juga memperbaiki suplai minyak makan merah ke masyarakat dengan lebih merata, berkualitas produknya karena minyak makan merah sangat sehat, dan karena diproduksinya lebih efisien, insyaAllah (harganya) lebih murah," ungkap Teten.

Saat mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan pimpinan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/7), Teten memastikan Presiden Joko Widodo menyetujui pengembangan minyak makan merah berbasis koperasi. Pemerintah akan membuat percontohan pabrik produksi minyak makan merah antara lain di Sumatra dan Kalimantan.

Nantinya, koperasi bisa langsung membeli tunai sawit dari petani, lalu mengolah komoditas tersebut menjadi CPO dan menjadi minyak makan merah yang kemudian dipasarkan.

"Ini solusi bagi petani yang selama ini harga tandan buah segar kan tidak stabil, juga solusi untuk distribusi suplai minyak goreng yang jauh lebih merata karena sekarang pabrik minyak goreng kebanyakan di Pulau Jawa. Jadi nanti akan ada dua, minyak goreng dengan standar yang harus bening serta ada minyak makan merah yang diproduksi oleh koperasi, (sehingga) masyarakat bisa memilih dua produk," ujar dia. (mdk/azz)

Baca juga:
Pengacara Sebut Surya Darmadi Tiba di Indonesia Siang Ini, Langsung ke Kejagung
Bukan di Singapura, Surya Darmadi Diduga Berada di China
Tak Hanya Disetop, Penggunaan Dana Pungutan Ekspor Kelapa Sawit Diminta Dievaluasi
Mendag Zulkifli Hasan: Harga TBS Harus di Atas Rp2.000/Kg Pekan Depan
Pengusaha Desak Pemerintah Cabut Kebijakan DMO dan DPO Kelapa Sawit
Harga CPO Mahal, Eagle High Plantations Raup Pendapatan Rp2,3 T di Semester I-2022

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini