Menkop Teten Sebut UMKM Masih Lesu Meski Sudah Disuntik Dana

Menkop Teten Sebut UMKM Masih Lesu Meski Sudah Disuntik Dana
UANG | 8 Maret 2020 19:17 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, pelaku UMKM dan koperasi harus berani mengembangkan orientasi bisnisnya agar bersaing dengan korporasi. Jika tidak, mereka tidak akan berkembang meski pemerintah sudah mengucurkan dana triliunan.

Dia menjelaskan, pemerintah sudah mengucurkan pembiayaan dan permodalan untuk berbagai sektor usaha masyarakat. Melalui program kredit usaha rakyat (KUR) sudah dianggarkan Rp190 triliun. Jumlah ini akan dinaikan sampai tahun 2024 hingga Rp350 triliun. Dalam kredit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu ada Rp75 triliun untuk UMKM.

"Lalu untuk sektor mikro, ultra mikro lewat PNM tahun ini ada 7,5 juta pelaku usaha yang diberi pembiayaan. Sampai 2024 30 juta pelaku usaha. Separuh di sektor mikro sudah bisa dibiayain. Jadi bisa lebih 220 triliun utk UMKM ini. Jadi sangat besar sekali. Tidak ada alasan untuk tidak naik kelas," kata dia di Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (8/3).

Di sisi lain, koperasi sudah lama dianggap sebagai tulang punggung ekonomi. Tapi, faktanya koperasi tidak berkembang, paling tidak yang kinerja bisnisnya sehat mereka yang bergerak di komoditi tahu, tempe dan susu. Dia mendorong koperasi untuk berani menyentuh sektor produksi, jangan hanya berkutat dalam bisnis simpan pinjam.

1 dari 1 halaman

Menurutnya, koperasi harus masuk dalam bisnis pangan, komoditi, teknologi atau memaksimalkan potensi maritim. Di perkebunan, Indonesia mempunyai kopi yang sangat kaya atau kakao dan rempah-rempah.

"Di situ kita punya keunggulan domestik. Dari laut, dari mulai rumput laut sampai ikan itu tidak terbatas. Sehingga kalau koperasi masuk kesitu pasti besar. Kalau koperasi UMKM masih bermain di keripik, batik, akik ya tidak mungkin bisa bersaing, sementara korporasi masuk ke sektor yang tadi," jelasnya.

Selain itu, dia menduga faktor UMKM sulit naik kelas karena formatnya tanpa desain. Untuk menghindari salah kaprah, dirinya menyiapkan pola untuk UMKM. Salah satunya menyerap anak muda yang melek teknologi melakukan ekspansi dan mengubah orientasi bisnis. (mdk/azz)

Baca juga:
Menkop Teten Sebut Dampak Virus Corona ke UMKM Masih Kecil
Blusukan di Dapil, Legislator Golkar Ajak BI Perkuat UMKM
Misbakhun Gandeng OJK Sosialisasikan Akses Permodalan bagi Pelaku UMKM
Airlangga: Omnibus Law Bakal Buat Supir Ojol Bisa Punya PT
Tak Ada Sanksi Bagi Pelaku Usaha Kecil yang Naikkan Harga Masker
Layani 230.000 UMKM, Startup Qasir Catat Transaksi Rp 75 Miliar Tiap Minggu

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami