Menkop Teten soal Prediksi 50 Persen UMKM Gulung Tikar: Saya Khawatir Betul

Menkop Teten soal Prediksi 50 Persen UMKM Gulung Tikar: Saya Khawatir Betul
Menkop UKM Teten Masduki. ©2020 Merdeka.com
EKONOMI | 8 Juli 2020 16:17 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 memberi dampak cukup parah pada usaha UMKM. Padahal, usaha ini dulunya mampu bertahan di krisis 1998. Sekitar 50 persen UMKM pun diperkirakan akan gulung tikar hingga September nanti. Prediksi tersebut kompak dikeluarkan oleh sejumlah lembaga survei dalam menyikapi krisis saat ini.

Menteri Koperasi UKM (MenKopUKM), Teten Masduki pun mengaku khawatir jika prediksi tersebut berbuah kenyataan. Namun, dia menganggap hasil survei tersebut merupakan skenario terburuk sebagai pelecut kinerja pemerintah untuk lebih optimal.

"Saya khawatir betul, dengan prediksi bahwa hampir separuh dari UMKM akan gulung tikar setelah September oleh sejumlah lembaga survei. Tetapi anggap saja itu skenario terburuk, di mana ada separuh UMKM yang gulung tikar sehingga perlu kita bantu," tegas Teten dalam diskusi virtual via YouTube, Rabu (8/7).

Teten menjelaskan bahwa pelaku UMKM saat ini memang tengah dihadapkan pada kondisi sulit akibat pandemi ini. Pihaknya mencatat 30 sampai 50 persen UMKM di dalam negeri sudah terganggu kelangsungan usahanya.

Hal itu berakibat pada ketidakmampuan pelaku bisnis UMKM untuk melunasi pinjaman kepada lembaga keuangan. Bahkan mereka terancam gulung tikar setelah usahanya terpukul dari dua sisi, yakni supply dan demand.

2 dari 2 halaman

Celah Menyelamatkan UMKM

umkm rev1

Kendati demikian, Teten meyakini masih ada celah untuk menyelamatkan UMKM dari ancaman gulung tikar. Salah satunya mendorong sebanyak mungkin UMKM ke dalam ekosistem digital.

Menurutnya, UMKM yang bisa bertahan saat ini adalah yang terhubung dengan platform online, dan juga UMKM yang berhasil melakukan adaptasi bisnisnya. Untuk itu, dia mendorong pelaku usaha disektor ini mampu berinovasi dalam merespon perkembangan market atau permintaan pasar yang dinamis

Pun, pemerintah telah meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp695,2 triliun. Di mana yang digunakan untuk mendukung sektor UMKM mencapai Rp123,46 triliun

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya mempercepat serapan PEN bagi UMKM yang terdampak pandemi ini. Antara lain meningkatkan koordinasi dengan kementerian/lembaga dan otoritas terkait.

"Semua kebijakan itu ditujukan agar daya beli masyarakat bisa tumbuh. Sekaligus menggerakkan perekonomian," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Pemerintah Optimis 10 Juta UMKM Go Online Tahun Ini
OJK Catat Restrukturisasi Kredit per 29 Juni Capai Rp 740,7 T Kepada 6,5 Juta Debitur
Menko Airlangga Imbau Pelaku UMKM Segera Manfaatkan Digitalisasi Jalankan Usaha
Pemulihan UMKM Jadi Visi Andalan 3 Calon Deputi Gubernur BI
Apindo Dorong Percepatan Serapan PEN Demi Selamatkan Bisnis UMK
Terima Dana PEN Rp 10 T, Bank Mandiri Garap Sektor Pendukung Padat Karya dan Pangan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami