Menperin: Kawasan Industri Batang Bisa Jadi Surganya Investor

Menperin: Kawasan Industri Batang Bisa Jadi Surganya Investor
UANG | 4 Agustus 2020 12:11 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah menyediakan kawasan industri Batang sebagai solusi mahalnya tanah di Indonesia. Diketahui, rata-rata harga tanah di Indonesia mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta per meter persegi. Harga ini kurang kompetitif dibandingkan harga tanah di negara lain kawasan ASEAN. Ini pun menjadi salah satu faktor investor tak mau menanamkan modal di Indonesia.

"Pemerintah telah disiapkan secara khusus Batang Industrial Estate, berbagai pihak yang telah melakukan kunjungan telah berikan asesmen bahwa Batang kira-kira nanti bisa jadi investor haven (surganya investor)," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Webinar Relocating Investment to Indonesia in The Time of Covid-19: Opportunity and Challenge INDEF, Selasa (4/8).

Di kawasan Batang ini, pemerintah berencana untuk memberikan subsidi biaya sewa selama 10 tahun. Diharapkan, dengan cara ini banyak investor yang membanjiri kawasan industri Batang.

"Pemerintah akan memberikan insentif, kemungkinan besar untuk penggunaan lahannya itu 10 tahun free charge, nggak perlu menyewa 10 tahun. Kami percaya ini akan membuat calon investor tertarik masuk ke Indonesia," jelas dia.

Baca Selanjutnya: Target Akhir 2020...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami