Menperin Klaim Tesla akan Kirim Tim ke RI Bahas Investasi Kendaraan Listrik

Menperin Klaim Tesla akan Kirim Tim ke RI Bahas Investasi Kendaraan Listrik
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. ©2020 Liputan6.com/Tira Santia
UANG | 28 Desember 2020 13:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengklaim, CEO Tesla Elon Musk telah menanggapi undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengirimkan timnya ke Indonesia pada Januari 2021. Undangan ini untuk menjajaki peluang investasi kendaraan listrik Tesla ke Tanah Air.

"Tesla akan kirim timnya awal Januari nanti di Indonesia untuk follow up pembicaraan pak Presiden (Jokowi) dengan pemilik Tesla Elon Musk," kata Agus Gumiwang dalam konferensi pers akhir tahun Kemenperin secara virtual, Senin (28/12).

Agus Gumiwang menilai kedatangan Tesla merupakan sinyal baik untuk masuknya investasi untuk kendaraan listrik. Pemerintah disebutnya akan berupaya sedemikian rupa untuk membujuk Tesla agar komitmen untuk suntikan investasi ke Indonesia.

"It's a good start. Tesla akan kirim timnya untuk perdalam tawaran, it's a good start. Kita akan yakini agar mereka bisa investasi di Indonesia," ujar dia.

Menurut dia, Indonesia dengan jumlah populasi besar memiliki daya tarik tersendiri bagi investor dunia. Ditambah rasio kepemilikan mobil di Indonesia yang masih rendah, sehingga membuat investor semakin yakin untuk menanamkan modalnya untuk produksi kendaraan listrik di Indonesia.

"Tapi, yang akan bawa ketertarikan investor bahwa faktanya rasio kepemilikan kendaraan bermotor roda 4 di Indonesia itu masih sangat sangat sangat rendah dibanding rasio kepemilikan untuk Thailand, Malaysia. Bahkan untuk Vietnam aja kita masih sangat rendah," imbuhnya.

Mengacu pada kondisi tersebut, dia menilai pemerintah memiliki target besar pada 2030 ketika Indonesia diproyeksikan bisa jadi 10 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Jika proyeksi tersebut berhasil tercapai, Agus menambahkan, secara otomatis daya beli masyarakat akan jauh meningkat. Sehingga membuat kebutuhan akan kepemilikan mobil pribadi turut naik.

"Pasti di situ akan mendorong, mengungkit masyarakat akan lebih secara alamiah saja, dia akan belanja mobil. Itu nanti space-nya, ruangnya sangat besar. Jadi bukan hanya populasi kita yang 270 juta. Itu poin yang dilihat investor," tandasnya.

Baca Selanjutnya: Jokowi Lobi Elon Musk...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami