Menperin Minta Cabot Corporation Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

UANG | 21 November 2019 17:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta Cabot Corporation yang baru saja melakukan ekspansi proyek peningkatan kapasitas produksi serat karbon hitam (black carbon) di Cilegon, Banten untuk bisa menyerap tenaga kerja lokal.

Menurutnya, sektor industri dituntut jadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga kemudian harus bermuara pada penciptaan lapangan kerja.

"Semoga Cabot bisa serap tenaga kerja dari penduduk Banten sendiri, sehingga bisa mengurangi angka kemiskinan di Banten sendiri," ujar dia di Cilegon, Banten, Kamis (21/11).

Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2018 lalu mencatat, Banten merupakan provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Indonesia. Dengan jumlah angka sekitar 8,52 persen atau sebesar 496,73 ribu orang.

1 dari 1 halaman

Jawaban Cabot Corporation

Menanggapi arahan tersebut, Senior Vice President sekaligus President of Reinforcement Materials Cabot Corporation Bart Kalkstein mengutarakan, pihaknya berkomitmen untuk banyak memberdayakan sumber daya manusia lokal.

"Dengan ekspansi di Cilegon ini tentunya ada tiga level yang akan membantu mengurangi unemployement rate, karena dengan ekspansi ini akan banyak sekali sesi-sesi pekerjaan yang bisa diisi oleh pekerja lokal," ungkap dia.

"Kita akan bekerja dengan lebih banyak membawa equipment yang akan datang. Tentu kita perlu pekerja yang bisa mengombinasikan mesin-mesin itu. Tentunya dengan lebih banyak produksi yang dihasilkan, logistik dari Cabot Indonesia juga akan menggunakan pekerja lokal untuk membantu ekspansi ini," tandasnya.

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Menperin Harap Cabot Corporation Bisa Tekan Defisit Perdagangan Rp1,5 Triliun
Jepang Niat Investasi Rp40 Triliun di Indonesia Hingga 2023
Pemerintah Serius Tingkatkan Investasi Sektor Manufaktur
Pengusaha Tolak Rencana Revisi Aturan Terkait Tembakau
Genjot Penyaluran KUR, Kemenperin Lakukan Pertukaran Data IKM dengan BRI