Menteri Airlangga klaim pelaku industri kini minat keluar Jawa

UANG | 20 April 2017 13:31 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto terus mendorong industri untuk keluar dari Pulau Jawa. Bahkan, menurutnya, beberapa industri saat ini telah mengambil ancang-ancang mengembangkan usahanya di luar Jawa.

"Seperti di Seimenkei untuk sawit lalu hilirisasi dari produk pada Inalum alumunium smelter, di Kalimantan berbasis mineral seperti alumina smelter, Kaltim berbasis petrokimia berbasis gas, atau batubara, Sulawesi mineralisasi kita lagi bangun smelter kapasitasnya 2 juta ton di Morowali," ucap Menteri Airlangga di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (20/4).

Tak hanya itu, pihaknya juga tengah mengembangkan industri stainless steel di Konawe dengan kapasitas 2 juta ton. Selain itu, di Sulawesi Tengah akan dibangun pabrik baja dengan kapasitas mencapai 4 juta ton.

"Ini direncanakan proyek akan segera dimasukkan ke BKPM, di Papua masih tunggu harga gas, kalau harga formula gas basisnya USD 3 ini industri petrokimia untuk membangun metanol bisa diinvetasikan." (mdk/bim)

Baca juga:

Bertemu Mike Pence, menperin minta AS setop produksi produk ini

Kemenperin bakal susun peta jalan revolusi industri keempat

Menperin yakin revolusi industri ke-4 tak akan singkirkan pekerja

Benahi daya saing, RI perlu jalankan revolusi industri ke-4

Genjot industri tekstil, API gelar pameran internasional

Harga gas masih tinggi buat pupuk RI kalah bersaing

Menengok sentra industri kecil sandal Bogor

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.