Menteri Bahlil akan Setop Ekspor Bauksit, Timah dan Listrik EBT

Menteri Bahlil akan Setop Ekspor Bauksit, Timah dan Listrik EBT
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. ©2022 Merdeka.com
EKONOMI | 6 Juli 2022 17:45 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana pemerintah untuk segera menghentikan ekspor bauksit dan timah. Ekspor bauksit atau biji utama aluminium akan dihentikan tahun ini, dan timah disetop tahun depan.

"Investasi ke depan dalam pengelolaan sumber daya alam itu harus melakukan hilirisasi dalam rangka memberikan penciptaan nilai tambah," kata Bahlil usai pembukaan Trade, Investment, and Industry Working Group G20 di Alila Hotel, Rabu (6/7).

Bahlil menilai hal tersebut sejalan dengan visi besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang transformasi ekonomi usai melakukan hilirisasi nikel.

"Nikel harus kita perjuangkan, tahun ini kita akan menyetop bauksit, melarang ekspor bauksit. Tahun depan kita melarang timah. Karena penghasil terbesar timah itu pertama China dan kedua Indonesia," tandasnya.

Indonesia, lanjut dia, saat ini menjadi pengekspor timah terbesar di dunia. Di mana belum lama ini Indonesia baru melakukan hilirisasi tidak lebih dari lima persen.

"Berapa besar kehilangan yang akan terjadi di negara kita, kalau kita terus melakukan ekspor. Dengan kita menghilirisasi, lingkungan ini bisa kita jaga. Kalau tidak, penambangan liar terus terjadi. Penambangan yang tidak bisa mengukur volume kapasitas produksi kita, ini yang berbahaya," katanya.

Menurut Bahlil, dengan pengelolaan yang ada maka akan segera terwujud industri ramah lingkungan dengan memakai energi terbarukan.

"Kalau itu terjadi penciptaan lapangan kerjaan dan pendapatan negara kita akan mendapatkan hasil yang maksimal. Kalau bauksit saya belum bisa menentukan bulannya, baru kami kaji sekarang, tapi tahun ini rencana," jelas dia.

Bahlil juga mengungkapkan rencana pemerintah untuk melarang ekspor listrik memakai energi baru terbarukan (ebt) ke dunia. Tahun 2025, dikatakannya, Indonesia 24 persen listriknya harus memakai ebt.

"Kita kan belum siap, belum cukup ngapain kita ekspor. Silakan orang investasi di Indonesia, tapi listriknya dipakai untuk Indonesia. Kalau orang bangun industri bangun di Indonesia tapi jangan ambil bahan baku di Indonesia. Kita ingin ada kolaborasi positif yang menguntungkan yang win win kepada semua negara," pungkasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Meski UU Cipta Kerja Bermasalah, Komitmen Investasi di 4 KEK Capai Rp60 T
Tips Aman untuk Milenial Mulai Investasi, Tak Semudah Seperti di Media Sosial
Pelaku Usaha yang Kantongi Nomor Izin Berusaha Melalui OSS Capai 1,5 Juta
Pemerintah Siapkan Aplikasi Khusus Permudah Investasi di KEK
5 Jenis Aset Kripto yang Paling Diminati Investor Indonesia
Erick Thohir: Jokowi Bertemu Pengusaha di Uni Emirat Arab Bahas Proyek IKN

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini