Menteri Bahlil: Lahan Industri di Batang Tahap I Ludes Dibeli Investor

Menteri Bahlil: Lahan Industri di Batang Tahap I Ludes Dibeli Investor
Kawasan Industri Batang. ©2021 Merdeka.com
EKONOMI | 8 Juni 2022 11:18 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyampaikan, seluruh lahan industri yang tersedia di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang untuk tahap pertama sudah ludes dibeli investor.

"Alhamdulillah, tahap pertama sudah seperti ini. Dan semua lahan 450 hektare untuk tahap pertama sudah terlaku jual habis," kata Bahlil dalam Seremoni Implementasi Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/6).

Bahlil berkelakar, capaian positif ini berkat kerja sama sehati antara Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam mengawal industri proses pembangunan Industri KIT-Batang.

"Ini terjadi karena ada kolaborasi sehati antara Kementerian BUMN yang dipimpin oleh Menteri BUMN dan pemda provinsi Jawa Tengah yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah (Ganjar Pranowo)," jelas Bahlil.

Selain kolaborasi sehati antara Erick Thohir dan Ganjar, lanjut Bahlil, kesuksesan Kit-Batang dalam menggaet investor juga tak lepas dari sinergi antara Kementerian PUPR dan Kementerian Investasi dalam penyediaan lahan hingga proses pembangunan.

Dia pun berharap kolaborasi antar Kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus dapat ditingkatkan. Hal ini demi memenuhi target realisasi investasi di tahun 2022 yang mencapai Rp1.200 triliun.

"Semoga kompak terus, agar realisasi investasi berikutnya bisa terpenuhi ke depan," tutup Bahlil. (mdk/azz)

Baca juga:
Pemerintah Lobi Coca Cola Tambah Investasi di Indonesia
Menhub Budi: Peran Swasta dalam Infrastruktur Transportasi Makin Baik
Platform Investasi Kripto Pintu Raih Pendanaan Seri B Senilai Rp1,6 Triliun
Denmark Tertarik Investasi Pengelolaan Sampah Jadi Energi Terbarukan di Indonesia
Pegadaian Ajak Milenial Raih Keuntungan di Era Digital
Singapura Bidik Indonesia Jadi Pasar Bisnis Utama, Ini Alasannya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini