Menteri Bahlil Mulai Waspadai Dampak Ketegangan Antara China dan Taiwan

Menteri Bahlil Mulai Waspadai Dampak Ketegangan Antara China dan Taiwan
Bahlil Lahadalia. ©2015 Merdeka.com
EKONOMI | 8 Agustus 2022 18:30 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mewaspadai ketegangan geopolitik antara China dan Taiwan dalam beberapa waktu terakhir.

Mengingat, China merupakan negara dengan investasi terbesar kedua di Indonesia. BKPM mencatat, total pemasukan investasi China mencapai USD 3,1 miliar per Semester I-2022.

"Menyangkut urusan China dan Taiwan harus kita waspadai. Karena, salah satu negara yang investasi besar di Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers Ekonomi Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat di Kantor BKPM Jakarta, Senin (8/8).

Saat ini, pihaknya masih melakukan kajian secara mendalam terkait potensi kerugian ekonomi, khususnya sektor investasi akibat ketegangan politik antara kedua negara tersebut. "Kita lagi pelajari," tekannya.

Bahlil pun berharap, ketegangan antara kedua negara tersebut dapat segera mencair. Mengingat, China dan Taiwan merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia.

"Mudah-mudahan tidak terlalu dalam dampak dari persoalan luar negeri (China dan Taiwan) ke investasi," pungkasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Bahlil: Perang Bukan Berarti Ekonomi Tak Jalan, Ada Juga Manfaat Positifnya
Pemerintah Waspadai Ketegangan China-Taiwan Ganggu Ekonomi RI
Tak Hanya Perang Ukraina, Ketegangan China-Taiwan Bisa Ganggu Harga Komoditas
Sri Mulyani: Ketegangan China dan Taiwan Buat Dunia Makin Tidak Aman
Waspada, Perang China-Taiwan Bisa Buat Ekspor Indonesia Anjlok
Washington Kutuk Peluncuran Sebelas Rudal Balistik China ke Perairan Taiwan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini