Menteri Bahlil: Realisasi Investasi Baru Capai Rp219 Triliun di Kuartal I-2021

Menteri Bahlil: Realisasi Investasi Baru Capai Rp219 Triliun di Kuartal I-2021
Bahlil Lahadalia. ©2015 Merdeka.com
EKONOMI | 15 Juni 2021 13:00 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mencatat, realisasi investasi hingga kuartal I-2021 baru mencapai Rp219 triliun. Angka ini setara 24,4 persen dari target tahun ini.

Bahlil mengatakan, target investasi awalnya mencapai Rp956 triliun. Namun, Presiden Joko Widodo meminta agar target yang dicapai hanya Rp900 triliun saja.

"Tahun ini target kitaRp Rp956 triliun, tapi Pak Presiden minta Rp900 triliun saja," kata Bahlil dalam diskusi virtual berjudul Investor Lokal Anak Kandung yang Perlu Didukung, Jakarta, Selasa (15/6).

Hingga akhir kuartal I-2021, Bahlil menyebut realisasi dari target investasi sudah mencapai Rp219,7 triliun. Investasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp111,7 triliun atau 50,8 persen. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp108 triliun atau 48,2 persen.

"Realisasi investasi tahun 2021 ini sudah Rp219,7 triliun," kata Bahlil.

Dari jumlah investasi yang sudah masuk tersebut, Bahlil menyebut penanaman modal lebih awal tahun ini lebih banyak dilakukan di luar Pulau Jawa. Setidaknya Rp114,4 triliun atau 54,1 persen investasi dilakukan di luar Pulau Jawa. sedangkan sisanya Rp105,3 triliun atau 47,9 persen berada di Pulau Jawa.

"Tahun ini investasi di luar Jawa lebih besar, sekitar dari 52,1 persen. Jadi ini hampir seimbang," kata dia.

Bahlil menambahkan, dari jumlah investasi tersebut setidaknya sudah menyerap 311.793 tenaga kerja di Indonesia. (mdk/idr)

Baca juga:
Berperan Besar dalam Ekonomi, Investasi UMKM Turut jadi Fokus Pemerintah
Berkembang Pesat, Aset Kripto Diprediksi Jadi Instrumen Investasi Baru di Indonesia
Kemenkeu Catat Investasi Hulu Migas Terus Merosot Sejak 2014
Genjot Investasi Hulu Migas, Pemerintah Siapkan Sejumlah Insentif
Tingginya Investasi di Jawa Barat Menekan Jumlah Pengangguran Selama Pandemi Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami