Menteri Bahlil Siap Fasilitasi Perluasan Investasi Nestle di Indonesia

Menteri Bahlil Siap Fasilitasi Perluasan Investasi Nestle di Indonesia
Bahlil Lahadalia. ©2015 Merdeka.com
EKONOMI | 28 Mei 2022 16:00 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu langsung dengan Head of Operations Nestle Magdi Batato di Davos Swiss. Dalam pertemuan itu, Menteri Bahlil menyampaikan komitmennya untuk memfasilitasi pengembangan usaha Nestle di Indonesia.

Selain itu, Bahlil juga mengapresiasi atas komitmen Nestle untuk rencana
kolaborasinya dengan petani dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Seperti halnya yang telah dilakukan saat ini yaitu bermitra dengan 20.000 petani lokal untuk pabriknya di Jawa Timur.

Saat ini, Nestle tengah dalam proses pembangunan pabrik keempatnya yang berlokasi di Batang Industrial Park (BIP) dalam rangka peningkatan
kapasitas pabrik sebesar 25 persen atau 775.000 ton senilai CHF 220 juta.

"Saya senang sekali dengan investasi Nestle di Indonesia, karena banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan produk Nestle. Termasuk saya juga menjadi “korban” karena sering mengkonsumsi produk Nestle," ungkap Bahlil, Sabtu (28/5).

Dalam pertemuan tersebut, Head of Operations Nestle Magdi Batato menyampaikan apresiasinya terhadap Kementerian Investasi/BKPM atas dukungan dan fasilitasi investasi Nestle di Indonesia mulai dari groundbreaking sampai dengan saat ini, termasuk dalam proses perizinan investasi.

"Kami sangat berharap agar tim Kementerian Investasi/BKPM dapat terus bekerja sama dan menjalin komunikasi yang baik untuk terus mendukung investasi kami di Indonesia," ujar Magdi.

2 dari 2 halaman

Menteri Investasi Hadiri Peletakan Batu Pertama Pabrik Nestle

Sebelumnya, Menteri Investasi hadir langsung dalam acara peletakan batu pertama pabrik baru Nestlé Bandaraya di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah pada bulan Mei 2021 lalu.

Rencananya, pabrik Nestle yang memproduksi susu cair dan minuman siap konsumsi tersebut akan mulai beroperasi komersial tahun 2023 mendatang.

Nestle Indonesia didirikan pada tahun 1971 serta telah mempekerjakan sekitar 3.700 karyawan. Saat ini, Nestle telah memiliki 3 Pabrik di Panjang (Lampung), Cikupa (Banten), dan Kejayan (Jawa Timur).

Sebagai salah satu investor asal Swiss yang terbesar, Nestle diharapkan dapat menjadi salah satu perusahaan swasta percontohan yang mendukung Pemerintah dalam memperkuat program penguatan pangan di Indonesia serta terus meningkatkan investasinya di Indonesia. (mdk/ags)

Baca juga:
BEI Bakal Rilis Waran Terstruktur, Bisa Jadi Investasi Aman bagi Investor
Negosiasi Menko Luhut Tawarkan Industri Hijau Kaltara ke Elon Musk
Menteri Bahlil Klaim Banyak Investor Berminat Bangun Ibu Kota Baru di Kalimantan
Airlangga Target Realisasi Kontribusi EBT Capai 23 Persen di 2025
Luhut Bantah Ekonomi Indonesia Dikendalikan China
RI-Belanda Perkuat Kerja Sama Sektor Perdagangan & Investasi
OJK: Jumlah Investor Ritel di Pasar Modal Capai 8,62 Juta Hingga Akhir April 2022

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini