Menteri Bambang Akui RI Belum Siap Hadirkan Kecerdasan Buatan

UANG | 20 November 2019 17:53 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro menyebut bahwa salah satu fitur penting dari revolusi industri 4.0 yakni hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Konsep AI sendiri sudah dilakukan di sejumlah negara-negara maju.

"Negara maju mereka benar-benar berfokus pada AI yang tujuannya adalah untuk menjaga daya saing mereka, baik di dalam sektor manufaktur, maupun sektor jasa," katanya di Jakarta, Rabu (20/11).

Untuk masuk ke sana, memang tidak mudah. Sebab, diakui Bambang perlu menyusun roadmapnya terlebih dahulu. Karena bagaimanapun AI sendiri harus disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia.

"Kalau kebutuhan kita misalnya adalah sektor kesehatan, misalkan, maka AI itu harus diarahkan ke sana. sekarang kita harus identifikasi mana yang jadi prioritas termasuk cyber security dan seperti apa nantinya pengembangan AI Indonesia disertai dengan alatnya, disertai dengan SDM-nya," jelasnya.

Dia menyadari, secara konsep AI sendiri belum terpetakan. Oleh karena itu ke depan pihaknya ingin membuat agar AI ini bisa menjadi salah satu pembahasan strategis nasional.

"Iya tahun 2020 mudah-mudahan kita sudah punya strategi yang jelas," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Korsel Siap Transfer Teknologi

Perusahaan asal Korea Selatan, Doosan Group siap mentransfer teknologi untuk mendukung industri 4.0 yang tengah dikembangkan oleh Indonesia. Vice Chairman HS Lee mengatakan, kerja sama dengan Indonesia akan berlanjut dalam jangka panjang.

"Kami bermitra dengan Indonesia sudah memiliki hubungan yang baik, potensi kerja sama banyak yang akan dikembangkan di Indonesia, terkait infrastruktur dan mobilisasi misalnya," kata HS Lee dikutip Antara, Kamis (14/11).

Doosan Group juga menawarkan modernisasi di bidang industri dengan teknologi terintegrasi dengan perlengkapan alat berat berbasis robotic, sehingga efisiensi kerja bisa dicapai.

Deputi Bidang Koordinator Infrastruktur Kemenko Kemaritiman dan Investasi Ridwan Djamaluddin mengaku optimis dapat terjalin banyak hal kerja sama di bidang industri dengan Korea.

"Korea merupakan negara yang baik dalam menerapkan teknologi di bidang industri dan infrastruktur sehingga kami undang mereka untuk berinvestasi pabrik di sini," kata Ridwan. (mdk/azz)

Baca juga:
Masih Gaptek, Pelaku UMKM di Jateng Sulit Pasarkan Produk
Perusahaan Korsel Siap Transfer Teknologi Industri ke Indonesia
Sandiaga Uno Beberkan Untung Rugi Era Revolusi Industri 4.0
Menunggu Gebrakan Teten Masduki Majukan Koperasi di Era Industri 4.0
Menperin Airlangga Beberkan Tantangan Industri di Periode ke-2 Jokowi
Menteri Airlangga Ungkap Industri 4.0 Buat Pertumbuhan Ekonomi RI Lewati 5 Persen