Menteri Basuki Blak-blakan Penyebab Banjir di Indonesia Terus Berulang

Menteri Basuki Blak-blakan Penyebab Banjir di Indonesia Terus Berulang
Menteri Basuki Hadimuljono tinjau Tol Cipali. ©Liputan6.com/Maulandy
UANG | 18 Februari 2021 12:56 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Harian Dewan Sumber Daya Air (SDA) Nasional, Basuki Hadimuljono, mengatakan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menemu kenali penyebab banjir di banyak sektor. Selain itu, penanganannya juga belum dilakukan secara efektif.

Hal tersebut disebabkan karena Indonesia masih terjebak bekerja dalam sektoral, dan hanya menangani gejala yang muncul dalam sektor tertentu saja. Akibatnya, kata Menteri Basuki, pemerintah masih harus berjuang agar tidak terjadi kegiatan-kegiatan di satu sektor yang tidak sesuai.

Sebagai contoh, kata Menteri Basuki, banyak kawasan dilanda banjir pada dasarnya adalah dataran banjir yang seharusnya hanya boleh dikembangkan secara terbatas. Namun ketika kawasan tersebut banjir, penanganannya justru hanya fokus ke satu sektor tertentu bersifat struktural seperti membuat kolam dan pompa.

"Ini pada akhirnya memicu dan mendorong investasi besar-besaran di sektor tersebut, dan ketika syarat batas perencanaannya terlampaui maka terjadi banjir dengan kerugian lebih besar," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut dalam pidato sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal, dalam webinar "Kenapa Banjir?" pada Kamis (18/2).

Menteri Basuki mengatakan, penanganan banjir secara teknikal memang penting dan perlu, tapi ada banyak keterbatasan. Karena ketika parameter desainnya berubah atau terlampaui, maka jenis penanganannya menjadi sangat rentan.

Baca Selanjutnya: Penanganan Banjir Butuh Kerja Sama...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami