Menteri Basuki Lanjutkan Padat Karya ABSAH di 273 Lokasi, Total Anggaran Rp80 Miliar

Menteri Basuki Lanjutkan Padat Karya ABSAH di 273 Lokasi, Total Anggaran Rp80 Miliar
Basuki Hadimuljono. ©Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana
UANG | 13 Januari 2021 11:00 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak pandemi Covid-19. Pada TA 2021, pembangunan infrastruktur ABSAH dilaksanakan melalui Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) di 273 lokasi dengan alokasi anggaran sebesar Rp80 miliar.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, Program PKT dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. Tujuannya adalah untuk mendistribusikan uang hingga ke desa-desa.

"Selain untuk meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok. Pola pelaksanaan PKT harus memperhatikan protokol physical & social distancing untuk pencegahan penyebaran COVID-19," ujar Menteri Basuki dalam pernyataannya, Rabu (13/1).

Infrastruktur ABSAH utamanya dibangun di daerah kering untuk menampung air hujan sebagai sumber air baku bagi masyarakat. Inovasi ini dinilai sangat membantu penyediaan air bersih dan air minum bagi masyarakat yang bersumber dari air hujan dengan memenuhi baku mutu untuk layanan standar kebutuhan air baku minimal.

Diharapkan teknologi ABSAH juga turut membantu masyarakat di daerah susah air khususnya di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19. Sehingga masyarakat akan terbantu secara sosial maupun ekonomi karena tidak harus membeli air (memanfaatkan air hujan).

Baca Selanjutnya: Libatkan Masyarakat...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami