Menteri Basuki: Pembangunan Infrastruktur Tak Hany

Menteri Basuki: Pembangunan Infrastruktur Tak Hany
Basuki Hadimuljono. ©Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana
EKONOMI | 30 Juli 2021 13:15 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur tidak hanya memperhatikan kelayakan secara teknis dan ekonomis, melainkan juga dapat diterima secara sosial-budaya.

Pertimbangan sosial-budaya, termasuk seni sangat penting diperhatikan dalam tahap pembangunan infrastruktur mulai dari survei, investigasi, perencanaan dan desain, pengadaan tanah, pelelangan, konstruksi hingga operasi dan pemeliharaan asset.

"Dengan kata lain, pembangunan infrastruktur dan bangunan tidak hanya harus memenuhi aspek teknis konstruksi dan aspek fungsional, namun juga memperhatikan aspek estetika yang bersumber dari unsur seni dan kearifan budaya lokal," kata Menteri Basuki di Jakarta, Jumat (30/7).

Menurut Menteri Basuki, sentuhan seni dalam infrastruktur dan bangunan gedung akan memberi nilai tambah, membangun ikatan sosial dengan penggunanya, serta memperkuat rasa memiliki dan kebanggaan terhadap infrastruktur tersebut. Dalam hal ini, Bali merupakan salah satu contoh yang baik, bagaimana unsur seni secara turun-temurun mempengaruhi beragam unsur kehidupan secara kental, termasuk infrastruktur.

"Kita tahu kalau orang awam menyampaikan di Bali tidak ada kayu atau batu yang dibiarkan tergeletak tanpa sentuhan seni para seniman Bali. Salah satu contoh kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang dulu sisa-sisa tambang batu kapur sekarang menjadi destinasi pariwisata yang mendunia berkat sentuhan seniman Bali," ujar Menteri Basuki.

Lebih lanjut, Menteri Basuki mengatakan dalam pembangunan infrastruktur setidaknya terdapat 4 atribut atau nilai seni yang dapat diidentifikasi dan elaborasi lebih jauh. Pertama membangun daya cipta/imajinasi masyarakat yang bersumber dari ilmu pengetahuan, riset dan teknologi, agama maupun keyakinan.

Kedua, nilai seni memiliki orisinalitas yang merupakan upaya menemukan ide-ide genial untuk diwujudkan menjadi karya yang diakui publik. "Saya menyamakan seniman dengan olahragawan. Olahragawan selalu menjunjung sportivitas, seniman akan selalu menghasilkan orisinalitas dan pasti akan menjauhi plagiarism," tutur Menteri Basuki.

Baca Selanjutnya: Selanjutnya...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami