Menteri Basuki: Perawatan Jalan Lintas Timur Sumatera Jadi Percontohan KPBU Non Tol

Menteri Basuki: Perawatan Jalan Lintas Timur Sumatera Jadi Percontohan KPBU Non Tol
Basuki Hadimuljono. ©Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana
UANG | 23 Februari 2021 16:30 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyebut perawatan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera merupakan percontohan skema pembiayaan infrastruktur KPBU (kerjasama pemerintah dengan badan usaha) non tol.

"Ini merupakan pencapaian yang sangat baik karena tahapan kesepakatan pendanaan dicapai dengan waktu yang relatif cepat yakni sekitar 6 bulan. Tentunya ini menunjukkan kualitas penyiapan, struktur, dan transaksi proyek yang baik, sehingga dapat memberikan keyakinan bagi perbankan untuk memberikan pembiayaan," kata Menteri Basuki dikutip dari Antara, Selasa (23/2).

Di samping perawatan Jalintim Sumatera, juga akan dilaksanakan KPBU duplikasi atau penggantian 38 jembatan Callender Hamilton di Pulau Jawa dan pembangunan Jalan Jayapura-Wamena sekitar 50 Km di Provinsi Papua.

Pemerintah melalui Kementerian PUPR terus mendorong inovasi pembiayaan infrastruktur melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/APBD). Pembangunan infrastruktur skema KPBU salah satunya dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas layanan jalan nasional di Jalintim Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jalintim Riau, Pulau Sumatera.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembiayaan pembangunan infrastruktur dengan skema KPBU memiliki keunggulan dibandingkan dengan APBN.

"Keuntungan bagi swasta adalah pasti lebih menarik karena ada kepastian pengembalian (investasi) plus keuntungan adanya AP (availability payment/ketersediaan layanan). Sementara keuntungan Pemerintah proyeknya banyak yang mengawasi, kalau APBN yang mengawasai hanya PUPR, sehingga tercipta tertib admininistrasi dan tertib teknis untuk melayani masyarakat lebih baik," kata Menteri Basuki.

Proyek KPBU Jalintim mencakup pekerjaan utama preservasi jalan nasional sepanjang 29,87 Km dan 14 buah jembatan. Pekerjaan preservasi dilaksanakan oleh PT Jalintim Adhi-Abipraya sebagai Badan Usaha Pelaksana dan PT Perjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) sebagai penjamin. Proyek ini memiliki masa konsesi 15 tahun dengan nilai investasi sebesar R 644,7 miliar dari sindikasi Bank Syariah, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), dan PT Bank Panin Dubai.

Baca Selanjutnya: KPBU Pertama Non Tol...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami