Menteri Basuki & Sri Mulyani Kompak sebut Tol Semarang - Demak Minimalisir Banjir Rob

UANG | 23 September 2019 20:24 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyebut bahwa pembangunan Jalan Tol Semarang - Demak yang terintegrasi Tanggul Laut tengah ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Sebab, selain menjadi jalan bebas hambatan, berdirinya jalan tol ini diharapkan akan mengurangi dampak rob.

"Ini kan kita bangun tanggul laut untuk memperkuat dalam menghadapi rob ini," ujarnya di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (23/9).

Rob sendiri merupakan banjir yang diakibatkan oleh air laut pasang yang menggenangi daratan. Ini merupakan permasalahan yang terjadi di daerah yang lebih rendah dari muka air laut. Di Semarang permasalahan rob ini telah terjadi cukup lama dan semakin parah karena terjadi penurunan muka tanah sedang muka air laut meninggi sebagai akibat pemanasan suhu bumi.

Senada dengan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pembangunan jalan tol ini nantinya diharapkan bisa mengatasi banjir rob di Semarang. Karena selama ini banjir rob sering terjadi ketika musim hujan tiba.

"Tanggul berguna karena daerah tersebut sering tenggelam dengan adanya tanggul rob bisa diatasi," ucapnya.

Di sisi lain, lanjut Sri Mulyani pembangunan jalan tol ini sangat positif untuk meningkatkan kecepatan pengiriman logistik. Apalagi jalan tol ini merupakan salah satu yang tersibuk karena banyak dilewati oleh kendaraan logistik.

"Hari ini menyaksikan PPJR pembangunan jalan tol satu paket tanggul untuk daerah Semarang-Demak. Ini salah satu jalan tol ekonomi tersibuk dan memberikan dampak positif yang sangat besar dari biaya dan kecepatan," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Tol Semarang - Demak di Atas Tanggul Laut

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menetapkan konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Misi Mulia Metrical sebagai pemenang pelelangan pengusahaan Jalan Tol Semarang-Demak.

Pembangunan Tol Semarang-Demak akan dilakukan di atas tanggul laut dengan nilai investasi sebesar Rp15,3 triliun. Tanggul laut sengaja dibangun guna mengantisipasi terjadinya banjir rob dan penurunan muka tanah atau land subsidence di kawasan sekitar.

Oleh karenanya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit coba mengingatkan pihak konsorsium agar berhati-hati dalam menggarap proyek tol di atas tanggul laut tersebut.

"Khusus untuk faktor keselamatan konstruksi, saya mohon ini jadi perhatian penting. Apalagi posisi tanggulnya cukup tinggi," imbuh dia di kantornya, Jakarta, Jumat (19/7).

Selain itu, dia juga mengingatkan bahwa kondisi tanah yang ada di sana cukup lunak lantaran berada di pesisir laut, sehingga diperlukan penanganan khusus agar faktor keselamatan bisa tetap terjaga selama proses pembangunan.

"Termasuk di dalamnya kondisi tanah lunak yang barangkali perlu lebih baik untuk penanganannya," ujar Danang. (mdk/idr)

Baca juga:
PII Jamin Risiko Pembangunan Tol Semarang - Demak
Sri Mulyani Kenang Masa Kecil saat Bicara soal Tol Semarang - Demak
Menteri PUPR: Tol Semarang - Demak Selesai 2022
Jumlah Truk Kelebihan Muatan di Tol Cikampek Berkurang 30 Persen
Menhub Budi Masih Kaji Pelarangan Truk Tak Kelebihan Muatan di Tol Layang Cikampek
Jokowi Targetkan Tol Layang Cikampek Bisa Dilewati Saat Natal dan Tahun Baru