Menteri Erick Sebut Investasi UEA Rp466 T Majukan Infrastruktur Vital dan Strategis

Menteri Erick Sebut Investasi UEA Rp466 T Majukan Infrastruktur Vital dan Strategis
Menteri Erick Thohir di Dubai. ©2021 Merdeka.com
EKONOMI | 5 November 2021 12:32 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Uni Emirat Arab (UAE) memiliki komitmen investasi ke Indonesia sebesar USD32,7 miliar atau setara dengan Rp466 triliun (kurs Rp14.260). Investasi ini nantinya bakal masuk dan dikelola Indonesia Investment Authority (INA) dan Kementerian Investasi melalui beberapa sektor.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, komitmen baru pemerintah Uni Emirat Arab untuk menyalurkan investasi di Indonesia diyakini akan memajukan infrastruktur vital dan proyek-proyek strategis nasional. Prospek masa depan ekonomi Indonesia, terutama di sektor-sektor industri yang dikelola BUMN, mampu mendatangkan modal yang akan digunakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kepercayaan pemerintah dan kalangan pengusaha UEA akan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang besar itu mendukung keinginan kita membangun infrastruktur vital dan strategis dengan modal, bukan utang. Jadi mayoritas investasi itu akan dialokasikan ke berbagai BUMN dan mendukung prioritas strategis Kementerian," jelas Menteri BUMN, Erick Thohir di Dubai.

Dia menambahkan, dari potensi investasi USD32,7 miliar, sebanyak USD18 miliar akan dialokasi kepada BUMN, diantaranya melalui Pertamina, PLN dan Pelindo. Hal itu bertujuan untuk mendukung transformasi di ketiga BUMN itu dalam melakukan percepatan investasi, inovasi model bisnis, dan pengembangan teknologi.

Kementerian BUMN mencanangkan beberapa proyek besar terhadap ketiga BUMN itu. Antara lain, Pembangunan energi terbarukan untuk Indonesia berama PLN, revitalisasi refinery Pertamina yang akan meningkatkan kapasitas dan refineries di Indonesia, lalu pengembangan infrastruktur pelabuhan di seluruh kepulauan Indonesia melalui Pelindo dan Pembangunan digital competitiveness.

"Melihat minat dan komitmen besar sejumlah investor global dan negara ke Indonesia harus dijawab dengan mempersiapkan SDM kita, sebagai human capital sehingga investasi dana dan modal ini bisa mencapai sasaran. Kita juga harus membenahi biaya logistik kita yang masih tinggi," ujar Erick Thohir.

Pihak UEA sudah berulang kali melakukan kerjasama dengan Indonesia. Di bidang energi, kerja sama antara PT PLN dan Pertamina dengan dua BUMN milik pemerintah UEA, yakni Masdar dan Abu Dhabi National Oil Company (Adnoc). Lalu, Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) yang telah berkomitmen melakukan investasi ke Indonesia Investment Authority (INA). (mdk/bim)

Baca juga:
Menteri Bahlil Tegaskan Indonesia Tak Pilih-Pilih Negara Asal Investasi
Daftar Sektor Bakal Dikembangkan dari Investasi Uni Emirat Arab Rp466 T
Satgas Waspada Investasi Tutup dan Laporkan 116 Pinjol Ilegal ke Polisi
Aset Kripto Jadi Tren Dalam Negeri, Bisa Dijadikan Lahan Investasi?
Temui Joe Biden, Jokowi Ajak AS Investasi Mobil Listrik di Indonesia
Banyak Tawaran Investasi, Erick Thohir Minta BUMN Siap Transformasi ke Energi Bersih
Erick Thohir Bertemu Bill Gates, Bahas Rencana Investasi di Bio Farma

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami