Menteri ESDM Minta Pertamina Tingkatkan Produksi Migas Blok Mahakam

UANG | 9 November 2019 15:37 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif meninjau North Processing Unit (NPU) Pertamina Hulu Mahakam (PHM) fasilitas produksi di wilayah paling utara dari Blok Mahakam. Kedatangannya kali ini sekaligus menemui seluruh karyawan yang bekerja di Pertamina Hulu Mahakam.

"Hari ini saya mengunjungi North Processing Unit Pertamina Hulu Mahakam. Fasilitasi produksi yang dibangun sejak tahun 1998 ini terawat dengan baik dan saat ini seluruh karyawan yang bekerja adalah warga negara Indonesia," ujar Arifin dikutip dari keterangannya, Sabtu (9/11).

Kepada seluruh karyawan yang bekerja di Pertamina Hulu Mahakam, Menteri Arifin meminta agar bisa meningkatkan produksi migas yang ada di lapangan untuk memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya untuk negara.

"Mereka semuanya mempunyai semangat yang tinggi untuk meningkatkan produksi minyak dan gas Blok Mahakam, dan kita berharap bahwa di tangan mereka-mereka inilah kejayaan produksi migas nasional kita dapat kembali," lanjut Arifin.

General Manager PHM, Jon Anis menyampaikan bahwa fasilitas NPU saat ini dioperasikan oleh sekitar 900 anak bangsa, mereka bekerja menangani produksi dari sekitar 400 sumur, dengan mengedepankan pengelolaan tekanan sumur, untuk menjaga produksi tetap optimal.

Direktur Hulu Pertamina Darmawan Samsu juga menambahkan, bahwa efisiensi dan biaya dan attention on detail menjadi fokus bagi semua pekerja di lapangan Blok Mahakam, sehingga kegiatan operasi terus efektif.

"Value creation in managing upstream operation menjadi hal berikut yang menonjol di Blok Mahakam, yang di harapkan dapat di ikuti oleh unit hulu migas lainnya di grup Pertamina," katanya.

1 dari 1 halaman

Alami Penurunan Produksi

Kontrak Kerja Sama WK Mahakam ditandatangani tanggal 6 Oktober 1966, berakhir tanggal 31 Desember 2017 dan selanjutnya pengelolaannya diserahkan ke Pertamina untuk 20 tahun ke depan.

Blok Mahakam mengalami penurunan produksi beberapa tahun belakang karena beberapa hal antara lain, karakteristik reservoir berupa lensa-lensa sehingga dibutuhkan banyak sumur-sumur baru. Tahun 2019 Pertamina Hulu Mahakam telah melakukan 121 pemboran sumur baru tetapi hasilnya akan dirasakan 1-2 tahun ke depan.

Upaya mencegah penurunan produksi minyak dan gas bumi, PHM meningkatkan pemboran untuk pengurasan produksi migas (di tahun 2020 direncanakan dibor 257 sumur baru), menerapkan waterflood pada beberapa lapangan yang ada (Lapangan Handil dan Lapangan Bekasap) dan melakukan workover sumur produksi atau pressure maintenance. (mdk/did)

Baca juga:
Tekan Penurunan Produksi Blok Mahakam, Anak Usaha Pertamina Garap Lapangan Peciko
Menteri Arifin Instruksikan Pertamina Jaga Produksi Blok Mahakam
Upaya Pertamina Pertahankan Produksi Migas di Blok Mahakam
Menengok Kembali Kesuksesan Indonesia Rebut Kekayaan Negeri
Cek Fakta: Jokowi Sebut Indonesia Kuasai Blok Mahakam, Rokan dan Freeport
Jumlah Sumur Dibor Bertambah, Produksi Blok Mahakam Ditarget Meningkat di 2019
Jelang Tutup Tahun, Presiden Jokowi Beberkan Sejumlah Capaian Sektor Energi di 2018