Menteri ESDM Tunggu Evaluasi Data Pelanggan 900 VA Sebelum Subsidi Dicabut

UANG | 27 November 2019 20:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menunggu penyelesaian pendataan ulang golongan ‎pelanggan listrik 900 Volt Amper (VA) Rumah Tangga Mampu (RTM). Ini perlu dilakukan sebelum subsidinya dicabut pada awal 2020.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengatakan, pencabutan subsidi listrik 900 VA ‎RTM memang akan diterapkan pada 2020, sebab sudah menjadi kesepakatan pemerintah dengan DPR dalam penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020.

"Program ini masuk dalam program APBN 2020‎," kata Arifin saat rapat dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/11).

Menurut Arifin, sebelum pencabutan subsidi listrik untuk golongan 900 VA RTM diterapkan,‎ maka harus ada pencocokan data terlebih dahulu agar penyaluran subsidi listrik tepat sasaran dan tidak ada pihak yang dirugikan.

"Harus kita detailkan betul supaya memang betul-betul tidak ada yang dirugikan," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Tunggu Usulan PLN

Arifin melanjutkan, saat ini instansinya sedang menunggu usulan dari PT PLN (Persero) untuk memastikan keakuratan data pelanggan golongan 900 VA RTM.

"Nanti tunggu usulan dari PLN, kalau datanya sudah akurat," tandasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data terakhir,jumlah pelanggan listrik golongan 900 VA RTM mencapai 24,4 juta dan 900VA tidak mampu mencapai 7,17 juta. (mdk/idr)

Baca juga:
Tarif Listrik Golongan 900 VA Rumah Tangga Mampu Masih Dikaji
Menteri ESDM Minta Tarif ListriK Industri Turun, Ini Jawaban Bos PLN
Tak Lagi Disubsidi, Pelanggan 900 VA Bisa Rasakan Kenaikan Tarif Listrik Tahun Depan
ESDM Buat Kajian Penyesuaian Tarif untuk Golongan Pelanggan Non Subsidi
PLN Sebut Belum Diajak Diskusi Soal Pencabutan Subsidi Listrik Golongan 900 VA
Golongan 900 VA Tak Dapat Subsidi Lagi, Tagihan Listrik Bakal Naik?

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.