Menteri Jonan Puji PLTGU Grati Sebagai Pembangkit Listrik Paling Efisien

UANG | 27 Juli 2019 16:00 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, meresmikan Pembangkit Listrik Gas Uap (PLTGU) Grati Blok III. Proyek bagian dari program 35.000 MW nantinya akan memiliki kapasitas hingga 450 MW dengan gas turbine dirancang untuk single firing menggunakan bahan bakar gas dan CNG (Compressed Natural Gas).

"Pembangunan PLTGU Listrik awalnya didanai oleh APBN, dana PLN sendiri, dan swasta. Namun model pembiayaan ini justru membuat efisien. Baru pertama kali melihat dalam sejarah hidup saya, pembangunan pembangkit yang paling efisien. Kita tidak bisa membangun IPP dan IPC yang campur sari, tapi malah bisa menghemat 20-30 persen," kata Menteri Jonan saat meresmikan PLTGU Grati di Pasuruan, melalui keterangannya, Sabtu (27/7).

Menteri Jonan mengungkapkan, model pembiayaan tersebut semestinya dijadikan patokan pembangunan tenaga listrik. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo terkait peningkatan efisiensi di semua sektor.

"Ini bisa jadi standard pembangunan PLTGU atau pembangkit lain yang bisa efisien. Kalau pembangkitnya efisien, minimal tarif listrik tidak naik. Bapak Presiden selalu mengingatkan efisiensi tetap ditingkatkan," jelasnya.

PLTGU Grati, merupakan salah satu pembangkit listrik penting yang akan menopang keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali. Kehadiran proyek senilai Rp3,61 triliun diharapkan mampu meningkatan rasio elektrifikasi di Indonesia.

"Beroperasinya PLTGU Grati ini dapat meningkatkan pasokan listrik di sistem kelistrikan Jawa Bali yang mampu memasok listrik untuk kurang lebih 900.000 KK untuk golongan pelanggan listrik 900 VA dan meningkatkan rasio elektrifikasi nasional yang saat ini telah mencapai 98,81 persen. Setiap rumah harus mendapat penerangan," kata Menteri Jonan.

Saat beroperasi PLTGU Grati didesain lebih efisien dan ramah lingkungan. Hal ini didukung dengan sistem pembakaran Dry Low NOx Combuster di PLTGU sehingga menghasilkan emisi gas buang pembangkit NOx ramah lingkungan (51 mg/m3) daripada Pembangkit Listrik Diesel menghasilkan gas buang pembangkit rata - rata NOx (400 mg/m3).

Pembangkit listrik Grati Blok III sendiri merupakan PLTGU peaker Ekstensi yang terdiri dari 2 Gas Turbine dan 1 Steam Turbine (Combined Cycle) dengan kapasitas 450 MW. (mdk/bim)

Baca juga:
Menko Luhut Target Pembangkit Listrik Tenaga Air Kalimantan Utara Mulai Dibangun 2020
PLN Sebut Proyek PLTA di Kalimantan Utara Sudah Masuk RUPTL
Melihat PLTP Dataran Tinggi Dieng yang Akan Sediakan Listrik 7.200 MW
PLN Pilih Bayar Denda Dibanding Serap Produksi Pembangkit Listrik Berbiaya Tinggi
Terbangun Tahun ini, 4 Pembangkit Lisrik Tenaga Sampah Telan Biaya Sekitar Rp8,8 T
Empat Daerah Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Tahun Ini
Menko Luhut soal Proyek PLTSa Mandek: PLN Jangan Macam-Macam

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.