Menteri Jonan Sebut Tak Ada Jargas di Bali

UANG | 21 Agustus 2019 16:31 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong pembangunan jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga di berbagai wilayah untuk tersedianya akses energi yang lebih mudah, murah dan ramah lingkungan untuk masyarakat.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, proyek ini dibangun untuk wilayah yang ada sumber gasnya. Sehingga, tidak semua wilayah dibangun jargas.

"Jaringan gas untuk rumah tangga itu dibangun sepanjang ada pipa transmisi gasnya itu, yang sudah tersedia. Sehingga biayanya bisa terjangkau dan biasanya dibangun di wilayah (yang) ada sumber gasnya," kata Jonan saat ditemui di Denpasar, Bali, Rabu (21/8).

Sementara menurut Jonan, untuk Bali adalah tempat pariwisata dan bukan wilayah yang ada sumber gasnya. "Tapi (Bali) punya pariwisata, kan Tuhan itu adil ada yang dikasih gas, ada yang dikasih pariwisata dan macam-macam (lainnya)," ujar Jonan.

Sebelumnya, Jonan memaparkan keunggulan menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar rumah tangga. Dia menyebutkan, gas bumi merupakan bahan bakar yang bisa digunakan secara terus-menerus oleh masyarakat, sebab tidak terbatas tempat penyimpanan seperti Liqufied Petroleum Gas (LPG).

"Jadi kalau membeli LPG tabung LPG 3 Kg atau yang 5 Kg, atau yang 12 Kg itu kadang kalau malam habis dan tokonya tutup juga tidak bisa (memasak), kalau (pakai jargas) ini bisa, jadi setiap saat itu ada," kata Menteri Jonan, saat meresmikan Jargas di Kabupaten Bogor, Rabu (27/2).

Keunggulan berikutnya adalah energi yang harganya lebih murah sehingga masyarakat yang menggunakan akan jauh lebih hemat. Dia membandingkan dengan, menggunakan LPG ukuran 3 Kg, bisa lebih hemat sekitar 20 persen per bulannya.

Manfaat berikutnya adalah mengurangi impor penggunaan LPG. Menteri Jonan mengungkapkan, setiap tahun Indonesia membutuhkan LPG sebanyak 6,5 juta ton, 4 juta ton berasal dari impor sedangkan sisanya dari sumur gas dalam negeri. Jika mayoritas masyarakat beralih menggunakan gas bumi maka akan menghemat devisa.

Baca juga:
Genjot Konsumsi Gas Bumi Dalam Negeri, Produsen Ditekan Efisien
DPR Minta Pemerintah Kurangi Subsidi Energi dan Alihkan ke Infrastruktur Gas Bumi
Soal Blok Masela, Jokowi Pastikan Tenaga Kerja dan Produk Indonesia Mendominasi
SKK Migas Sebut Lifting Gas Tak Capai Target Akibat Serapan Rendah
Pemerintah Cari Cara Harga Gas Bumi & Tarif Listrik Murah Genjot Industri Manufaktur
Gandeng REI, PGN Genjot Penyaluran Gas Bumi Ke Perumahan

(mdk/azz)