Menteri PUPR Belum Tandatangani Usulan Kenaikan Harga Rumah Subsidi

UANG | 17 Juni 2019 17:13 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono mengaku sudah membaca usulan Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia atau REI mengenai perubahan harga rumah subsidi. Menurut Basuki, dalam usulan REI rumah subsidi naik sekitar Rp10 juta per unit.

"Tidak terlalu banyak, naiknya sekitar Rp 10-an (juta)," kata Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/6).

Namun, dia belum menandatangani usulan tersebut. Mantan Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum ini ingin menelusuri terlebih dahulu apakah usulan perubahan harga rumah subsidi sudah didiskusikan dengan pengembang perumahan.

"Kali ini saya minta kalau mereka bilang sudah (didiskusikan dengan pengembang perumahan), saya tandatangani," ujarnya.

Sebelumnya, REI menyatakan mulai bulan Juli 2019 harga rumah subsidi naik dari Rp130 juta menjadi Rp140 juta per unit. Kenaikan harga rumah subsidi ini antara lain disebabkan oleh naiknya harga tanah.

Prijanto mengatakan kenaikan harga tersebut awalnya merupakan usulan dari REI Jateng. Menurut dia, beberapa pertimbangan kenaikan tersebut di antaranya adanya kenaikan harga tanah, kenaikan harga material bahan baku bangunan, dan kenaikan upah tenaga kerja.

"Awalnya kami mengusulkan di angka Rp142 juta untuk harga satu unit rumah. Namun setelah ada beberapa pertimbangan akhirnya kami koreksi dan pemerintah memutuskan harganya Rp140 juta per unit," katanya.

Baca juga:
REI: Mulai Juli 2019 Harga Rumah Subsidi Naik
Dongkrak Pembiayaan Rumah Murah, BTN Siap Jadi Mitra Utama BP Tapera
Survei: Milenial Antusias Beli Rumah, Namun Tak Punya Perencanaan Matang
Sri Mulyani Sebut Penghapusan Pajak Perumahan Bakal Tingkatkan Ekonomi RI
Rumah Susun Hingga Asrama Mahasiswa Kini Bebas PPN, Cek Syaratnya
PNS Golongan I dan II Jadi Peserta Paling Besar Program Rumah Subsidi

(mdk/azz)