Menteri PUPR: Desain Parkir Rest Area Tol Harus Diubah

UANG | 12 Juni 2019 10:42 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengevaluasi kesiapan infrastruktur jalan tol pasca arus mudik dan balik Lebaran 2019 kemarin. Menurutnya, arus balik lebih padat dibandingkan dengan arus mudik lantaran waktu libur untuk arus balik yang sempit, sehingga banyak pemudik kembali di waktu yang hampir bersamaan.

"Pada saat mudik, arus lalu lintas dari satu titik yakni Jakarta menyebar ke berbagai daerah seperti halnya irigasi. Tetapi pada arus balik, lalu lintas seperti drainase, dari beberapa titik menuju ke satu titik kembali ke Jakarta dan pada waktu hampir bersamaan sehingga manajemen waktunya ketat sekali," ujar Basuki, Rabu (12/6).

Selain itu, ia memaparkan, kebijakan sistem satu arah (one way) yang diterapkan pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2019 di samping membantu kelancaran juga membawa dampak positif kepada para pedagang di sepanjang jalan nasional.

"Positifnya adalah, pada saat arus mudik diberlakukan satu arah dari Jakarta, maka pengendara dari Timur ke Barat diharuskan masuk ke jalan nasional sehingga berdampak warung-warung dan toko oleh-oleh banyak dikunjungi, begitupun sebaliknya saat arus balik," kata Basuki.

Untuk evaluasi kecukupan tempat istirahat (rest area) di jalan tol, Menteri Basuki menyampaikan dibutuhkan dukungan perilaku pengendara dalam menggunakan rest area sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan.

"Seberapapun banyaknya rest area, tidak akan cukup dengan kondisi eksisting yang seperti ini. Penerapan kebijakan satu arah yang memungkinkan penggunaan rest area di kedua sisi juga tidak bisa menampung seluruhnya pemudik ingin masuk rest area," jelasnya.

Sebagai evaluasi, Menteri Basuki mengatakan pemerintah ke depan berencana akan mengupayakan adanya perubahan desain parkir di tempat peristirahatan. Hal itu dilakukan guna mengakomodasi pemudik yang ingin beristirahat di sela perjalanan mudik atau balik.

"Kita evaluasi desain untuk parkir lebih disiapkan khusus, tidak menyebar di semua ruang rest area. Perilaku pengendara umumnya misalnya jika ingin ke toilet, maka parkirnya juga harus dekat dengan toilet sehingga menumpuk. Untuk itu akan kita coba atur agar parkir kendaraan di rest area agak jauh dari pertokoan sehingga lebih teratur," paparnya.

Di samping itu, Menteri Basuki berpendapat, untuk rest area pada ruas jalan tol antar kota posisinya terlalu dekat dengan pinggir jalan sehingga kerap menimbulkan kemacetan.

"Akan kita coba evaluasi rest area yang saat ini berada persis di pinggir jalan tol. Akan lebih baik jika desainnya menjorok ke dalam, terutama untuk jalan tol antar kota yang masih memungkinkan ketersediaan lahannya," ungkap dia.

"Terlebih dengan rencana Kementerian Perhubungan yang akan memanfaatkan rest area sebagai terminal tol, maka dibutuhkan desain khusus agar tidak menimbulkan kemacetan," tandasnya.

Sumber: Liputan6

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Baca juga:
Fungsional Tol Manado-Bitung Lebaran 2019 Berakhir Hari Ini
H+3 Lebaran, Tol Palimanan Arah Cikampek Ramai Lancar
Hoaks Struk Tol Hilang Tak Dapat Asuransi, Ini Penjelasan Jasa Marga
Urai Kemacetan, Menhub Budi Imbau Gerbang Tol Palimanan Dibuka
Sistem Satu Arah Diberlakukan, Begini Arus Lalin di Tol Palimanan
Lebaran Hari ke-2, Lalin Jakarta Menuju Cikampek Padat
Mudik 2019 Lancar, Bos BI Puji Pembangunan Infrastruktur Jokowi

(mdk/idr)