Menteri Rini: Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung Selesai 50 Persen di 2019

UANG | 30 September 2019 12:43 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri BUMN, Rini Soemarno menargetkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung buatan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) bisa rampung separuhnya pada akhir 2019. Adapun saat ini progres konstruksi proyek ini telah lebih dari 34 persen.

"Sampai tahun ini InsyaAllah kita targetkan selesainya 50 persen. Jadi ini yang sekarang kita coba cepat selesaikan adalah tiang-tiangnya sudah selesai, tinggal memindahkan kabel transmisi listrik yang ada di Cikarang," tuturnya saat proses pemasangan girder pertama proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bekasi, Senin (30/9).

Proyek ini secara keseluruhan ditargetkan rampung pada 2021. Pada kuartal II-2021 (April-Juni), kereta cepat sudah mulai uji coba selama tiga sampai empat bulan sebelum beroperasi penuh.

Direktur Utama PT KCIC, Chandra Dwiputra mengatakan, hingga 27 September ini progres pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung telah menyentuh angka 34,89 persen. Pihaknya juga terus menggenjot tahap konstruksi sehingga target operasi pada 2021 bisa terlaksana.

"Progres konstruksi sekarang sudah 34,89 persen. Pembangunan terus dikejar secara masif, supaya bisa mengejar target operasi 2021," ujar dia.

Kapasitas angkut kereta cepat pertama di Indonesia ini adalah sekitar 109 ribu penumpang per hari, dan dapat memangkas waktu tempuh dari Jakarta ke Bandung maupun sebaliknya hingga 36 menit (untuk perjalanan langsung) dan 46 menit (untuk perjalanan tak langsung).

Kereta ini merupakan hasil pengembangan tipe CRH380A oleh perusahaan China, CRRC Qingdao Sidang. Berbekal teknologi terbaru tersebut, harga tiket kereta cepat Jakarta-Bandung diperkirakan berada pada kisaran Rp229 ribu.

1 dari 1 halaman

Menteri Rini Puji China

Menteri BUMN, Rini Soemarno memuji dan berterimakasih kepada China atas keterlibatannya dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC). Menurutnya, kemitraan antara Indonesia dan China telah berjalan dengan baik.

"Kita berterima kasih kepada China yang yakin partnership ini bisa berjalan dengan baik. Ini semua tidak bisa terjadi kalau tidak ada kepercayaan dari kedua belah pihak, partnership yang saling menguntungkan bagi kedua negara," ujar dia saat peletakan girder pertama proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bekasi, Senin (30/9).

Dia menceritakan kisah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika selaku produktor tiang pancang jalur layang di proyek ini, yang banyak berguru pada perusahaan konstruksi China, Sinohydro. Hubungan ini membuat Wika bisa lebih variatif secara hasil produksi.

"Jadi ini partnership yang sebaik-baiknya harus kita manfaatkan betul. Saya lihat Wika belajar banyak, karena sekarang Wika bisa buat kaki (tiang pancang) yang bentuknya enggak kotak-kotak. Tapi cantik, ada lekukan," puji Menteri Rini.

Nantinya, PT KCIC juga akan mengirimkan putra-putri Tanah Air untuk berlatih mengoperasikan kereta cepat di Negeri Tirai Bambu. Sehingga ke depan negara bisa menggarap proyek secara mandiri.

"Buat Indonesia ini adalah sesuatu yang bisa buat belajar, dan China sangat terbuka. untuk transfer teknologi jadi kita ini betul harus kita manfaatkan sehingga Indonesia bisa jadi negara yang punya kemampuan untuk membangun kereta. Dari kereta yang biasa sampai kereta LRT MRT dan nantinya kereta cepat," tuturnya.

Tak hanya di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, dia berharap anak bangsa ke depan juga bisa lebih mahir dalam menggarap proyek infrastruktur lainnya.

"Nah saya harapkan kemampuan di sini ini nanti juga bisa dimanfaatkan di tempat lain. Karena sekarang kita lagi bangun tol di Sumatera (Trans Sumatera), mau menembus Bengkulu untuk masuk ke Pekanbaru itu harus menembus gunung," tukas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Puja-Puji Menteri Rini ke China saat Bangun Kereta Cepat Jakarta - Bandung
Menteri Rini: Kereta Cepat Beroperasi 2021, Jakarta-Bandung Hanya 46 Menit
Girder Pertama Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Resmi Dipasang
Pembebasan Lahan Proyek Kereta Cepat Terhambat di Bandung Barat
Menhub Budi Target Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Mulai Dibangun Pertengahan 2020