Menteri Rini: Soekarno-Hatta Seperti Bandara London

UANG | 5 April 2019 19:47 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, meninjau langsung pengerjaan fisik sejumlah fasilitas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ditemani sejumlah pejabat BUMN dan Presiden Direktur PT Angkasa Pura II, Muhamad Awaludin, Rini langsung melihat pembangunan east cross, pararel taxi way, runway tiga dan revitalisasi terminal 1C serta, 2F.

"Tadi kita sudah melakukan pengecekan dan dalam pengecekan itu, rata-rata semua pembangunan sudah hampir selesai. Untuk east cross dan pararel taxi way sudah 92 persen sedangkan, untuk runway tiga sudah 87 persen," katanya, Jumat (5/4).

Dia berharap, fasilitas kebandarudaraan harus terus selalu mengalami peningkatan, seiring dengan pesatnya pergerakan penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara. Karena tentunya, pergerakan penumpang akan terus meningkat di setiap tahunnya.

"Dengan pembangunan ini, tentu kita akan memenuhi target dengan mencukupi jumlah pergerakan yang setiap tahunnya terus meningkat dimana target kita ditahun 2022 mencapai 80 juta penumpang pertahun," imbuhnya.

Dia melanjutkan, pembangunan sejumlah fasilitas bandara di Soetta ini juga disebut Rini memiliki standar internasional sehingga memiliki kemiripan dengan Bandar Udara Heathrow atau yang lebih dikenal dengan Bandara London.

"Saya senang sekali, bandara kita ini bisa dibilang mirip dengan Bandara London Heathrow. Ini semua karena kerjasama kita sebagai perusahaan BUMN yang terus bersama-sama membangun Bandara Soekarno Hatta menjadi lebih baik," ungkapnya.

Menurutnya, kalau kerja bersama BUMN dalam pembangunan sejumlah fasilitas di Bandara Soetta dilakukan oleh perusahaan negara seperti Stasiun Kereta Bandara dikerjakan oleh PT Adhi Karya, Pusat Kendali Operasionalnya dikerjakan oleh PT Telkom.

"Sementara stasiun kereta layang yang menuju Terminal 1, 2 dan 3 dilakukan oleh PT Wijaya Karya dan terakhir pengadaan kereta layangnya dilakukan oleh PT LAN. Serta, pengadaan gardu distribusi listrik 2 dan 3 oleh PT Nidya Karya ditambah sub gardunya Waskita Karya. Untuk semua pembangunan ini baik yang sudah dikerjakan atau yang sedang dikerjakan kurang lebih menghabiskan anggaran sebesar Rp 9 triliun," katanya.

Selain itu, Rini juga meminta percepatan rencana revitalisasi terminal 1 dan 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mengingat pengguna jasa Bandara di Soekarno-Hatta semakin meningkat, khususnya pengguna jasa penerbangan domestik yang dilayani melalui terminal 1 dan 2.

Dia berharap, di tahun 2020 nanti, pertumbuhan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 80 juta pergerakan pertahun. "Sekarang saja kapasitas hampir 67 juta penumpang padahal kapasitasnya untuk 43 juta," jelasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
AP I Pastikan Penerbangan Internasional Bandara New Yogyakarta Beroperasi Bulan Ini
AP II Operasikan Terminal Baru Bandara Tjilik Riwut
Luhut Ingin Pembangunan Bandara Labuhan Batu Dimulai Akhir Tahun Ini
Tunggu Verifikasi Kementerian Perhubungan, Operasional Bandara New Yogyakarta Ditunda
Pemprov Minta PNS Jabar Bepergian Lewat Bandara Kertajati
Arti Penting Bandara Bagi Masyarakat di Pelosok Nusantara

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.