Menteri Rini: Utang Tak Masalah Asal untuk Hal Produktif

UANG | 23 Maret 2019 15:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menanggapi strategi pembiayaan infrastruktur menggunakan utang yang beberapa waktu belakangan banyak diperbincangkan. Menurutnya, utang tak masalah asal digunakan untuk hal produktif.

"Kemarin kan ramai-ramai (dibicarakan), waduh BUMN katanya utang mulu. Nah, yang selalu saya tekankan, jangan berpikiran negatif mengenai utang. Utang itu perlu kita lakukan kalau tujuannya benar-benar memang kita ingin mengembangkan usaha kita, dan utang ini dimanfaatkan untuk hal yang produktif," ujarnya saat berbincang dengan liputan6, Sabtu (23/3).

Menteri Rini mengatakan, pembangunan infrastruktur yang masif diseluruh penjuru negeri perlu diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sebab, infrastruktur sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata.

"Dalam arti begini, utang-utang ini benar-benar dipakai untuk bangun jalan tol sehingga jalan tolnya bisa dibangun dan terselesaikan tepat waktu," jelasnya.

Dia melanjutkan, utang hanya sebagai alat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Begitu pembangunan selesai maka utang akan segera dibayar menggunakan pungutan penggunaan infrastruktur. "Kalau sudah terselesaikan tepat waktu, masyarakat lewat jalan tol, kita dapat uang. Uang itu untuk bayar utang kan? Nah, ini lah yang harus kita jaga," katanya.

Menteri Rini menambahkan, pemerintah dalam melakukan penarikan utang juga selalu mempertimbangkan kemampuan perusahaan atau BUMN yang ditugaskan menyelesaikan suatu proyek. Untuk itu, dia menyimpulkan, keuangan perusahaan dan keuntungan ke depan menjadi perhitungan matang saat melakukan utang.

"Utang juga harus betul-betul bisa memberikan manfaat kepada perusahaan, perusahaan bisa mendapatkan revenue, mendapatkan pendapatan, mendapatkan keuntungan. Itu yang harus kita jaga. Jangan kita berutang malah dibelinya baju, dibelinya make up, itu yang tidak boleh," tandasnya.

Sumber: Liputan6 (mdk/azz)

Baca juga:
Penjelasan Kemenkeu Saat Utang dan Penyaluran Dana Bansos Naik di Waktu Bersamaan
Di Depan Calon Investor, Sri Mulyani Pastikan Ekonomi RI Stabil di Tahun Politik
Jumlah Utang Terus Naik, Mampukah Indonesia Membayar?
Utang Pemerintah Terus Naik Jadi Rp 4.566 Triliun di Februari 2019
Indonesia Pertahankan Peringkat Utang BBB dari Fitch
Akhir Januari 2019, Utang Luar Negeri Indonesia Naik USD 5,5 miliar
Garuda Indonesia Punya Utang Rp 2 Triliun ke Pertamina, Dicicil 18 Bulan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.