Menteri Sofyan Beberkan Alternatif Permudah Urus IMB

UANG | 12 November 2019 20:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengaku mendapat banyak keluhan mengenai pengajuan IMB dalam sebuah diskusi, sebab proses yang ditempuh sulit dan membutuhkan biaya yang mahal.

"Banyak sekali komplain tentang IMB ngurusnya lama, berbelit-belit, biayanya mahal dan setelah dapat tidak di enforce, dilanggar," kata Sofyan, di Jakarta, Selasa (12/11).

Keluhan tersebut pun ditindaklanjuti, dengan mengundang berbagai pihak untuk mencari jalan keluar dari kesulitan mendapatkan IMB. Dalam pertemuan tersebut muncul beberapa pilihan solusi untuk mengurai permasalahan IMB.

Sofyan menyebutkan, pilihan solusi tersebut adalah penghapusan IMB jika sudah ada tata ruang. Sebab, persyaratan untuk mendapat IMB sulit dan pengawasannya sangat ketat.

1 dari 2 halaman

Pilihan Lain

Alternatifnya adalah IMB tetap diberlakukan namun perizinan untuk mendapatkan IMB dipermudah. "Kalau dulu ngurusnya 3 bulan 4 bulan dipercepat. Ngurusnya orang datang ngurus izin, tapi persyaratannya dia harus teken kontrak kemudian diikutin pengawasan yang ketat dan harus kita tambah inspektur," tambahnya.

Sedangkan alternatif ke tiga, persyaratan IMB akan dipermudah namun akan melibatkan pihak ketiga untuk mengawasi. "Seperti konsultan seperti apa ini sedang kita lihat," tuturnya.

Untuk mengambil keputusan mengenai IMB, Sofyan pun meminta masukan dari pemerintah daerah. Meski demikian, dia menegaskan belum mengambil keputusan apapun.

"Banyak sekali persoalan yang harus kita selesaikan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kota dan kabupaten. Jadi kita masih perlu diskusi lebih lanjut belum ada kebijakan apapun," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Masih Pro Kontra

Menteri Sofyan menyebut bahwa wacana penghapusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) masih terjadi pro-kontra.

"Ada yang pro dan kontra, artinya masalah ini rumit tapi bisa dijembatani kalau duduk satu meja," ujar Sofyan Djalil dikutip dari Antara.

Dia mengatakan bahwa wacana penghapusan IMB dan AMDAL merupakan bagian dari ide untuk membuat investasi menjadi lebih mudah. "Betapa rumitnya masalah ini, sebab itu secara prinsip teman-teman setuju perlu disederhanakan perizinan yang bikin frustasi orang. Kesimpulannya adalah kita perlu diskusi lebih detil dalam meja bundar," ucapnya.

Pada prinsipnya, Sofyan mengatakan, pemerintah berkomitmen menciptakan birokrasi yang lebih sederhana sehingga terjadi percepatan usaha sehingga tercipta lapangan kerja.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Pemprov Riau Temukan 5 Perusahaan Perkebunan Tidak Kantongi Izin
Rapat dengan Komisi I, Menlu Ditanya Soal Pengakuan Habib Rizieq Sudah Dicekal
Presiden Jokowi: Ada yang Halangi Saya Selesaikan Masalah Defisit Pasti Saya Gigit
Pemerintah Dorong Omnibus Law Masuk Prolegnas 2020
Kunci Dorong Target Bauran Energi Terbarukan di 2025 Versi Sandiaga Uno
Baleg Sebut Omnibus Law akan Sederhanakan 74 Undang-undang