Menteri Sofyan: Digitalisasi Layanan BPN Pangkas Antrean 40 Persen

UANG | 31 Oktober 2019 18:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menegaskan bahwa sesuai dengan visi misi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'aruf Amin, seluruh layanan publik akan didigitalisasi.

Tak terkecuali bagi Kementerian ATR/BPN, yang kini perlahan memanfaatkan elektronik untuk memudahkan pelayanan pertanahan. Hingga saat ini, ada 4 layanan pertanahan yang sedang dicoba dikembangkan di Kementerian ATR/BPN.

Sofyan mengklaim, 4 layanan ini dapat mengurangi antrean masyarakat yang ingin mengurus segala hal terkait pertanahan di kantor hingga 30 sampai 40 persen.

"Ada 4 layanan yang kami perkenalkan, seperti layanan cek tanah, HT elektronik dan lainnya. Itu secara teori mengurangi antrean di ATR/BPN 30 hingga 40 persen," ungkapnya di Jakarta, Kamis (31/10).

Secara perlahan, seluruh kantor ATR/BPN di Indonesia akan terdigitalisasi hingga tahun 2025. Hal ini demi akomodasi keperluan masyarakat tentang pertanahan lebih efektif dan akurat.

"Pak Presiden kan mengatakan digital itu melayani, bagaimana kita gunakan pendekatan IT sehingga pelayanan publik tentang tata ruang dan pertanahan lebih baik, transparan dan cepat," imbuhnya.

Dengan terus digenjotnya digitalisasi ini, diharapkan target Kementerian ATR/BPN dalam menghimpun seluruh data tanah di Indonesia pada 2025 akan terwujud.

Sebelumya, Menteri Sofyan bertemu dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk membahas kecocokan data lahan baku sawah. Nantinya, akan ada satu data yang disepakati seluruh pihak sehingga memudahkan pemerintah untuk menyelesaikan masalah pangan di Indonesia.

Reporter: Athika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pemerintah Kembali Bahas RUU Pertanahan Awal 2020
Sinergikan Data Lahan Pertanian, Mentan Syahrul Temui Menteri Sofyan
Pembangunan LRT Selesai 2021, Menteri Sofyan Janji Lahan Depo Bekasi Segera Rampung
Jadi Wamen ATR/BPN, Surya Tjandra Diminta Berantas Mafia Sertifikat Tanah
Eks Mentan Amran Curiga Data Sawah BPS Dipermainkan Mafia
Sofyan Djalil Kembali Dipercaya Urus Reforma Agraria

(mdk/idr)