Menteri Sri Mulyani Ajukan Pemangkasan Subsidi Energi Rp12 Triliun di 2020

UANG | 6 September 2019 11:38 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait Penetapan Postur Sementara RUU APBN 2020. Dalam rapat tersebut dia mengusulkan, subsidi energi turun Rp12 triliun tahun depan.

"Untuk 2020, belanja negara berubah. Pertama, subsidi energi turun Rp12,6 triliun," ujar Menteri Sri Mulyani saat memberikan paparan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (6/9).

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) pemerintah sebelumnya menargetkan subsidi energi Rp137,5 triliun, lalu direvisi turun menjadi Rp125,3 triliun. Adapun pertimbangan penurunan tersebut karena ICP diprediksi akan turun.

"Subsidi turun akibat penurunan ICP dan penajaman sasaran pelanggan 900 VA. Sementara itu, anggaran kurang bayar juta turun," jelas Menteri Sri Mulyani.

Menteri Sri Mulyani melanjutkan, dengan adanya revisi tersebut maka belanja di 2020 diproyeksi akan turun dari sebelumnya Rp2.528 triliun dari sebelumnya Rp2.549 triliun. Dengan adanya asumsi tersebut terdapat selisih Rp11,6 triliun.

"Belanja akan turun Rp11,2 triliun, pendapatan naik Rp11,6 triliun. Dari sisi pembiayaan anggaran sama dengan usulan nota keuangan tidak ada perubahan defisit. Dari perubahan pendapatan dan belanja kami usul ke banggar dan para anggota pertama defisit dipertahankan sesuai RUU," tandasnya.

Sebelumnya, akibat pemangkasan subsidi energi, pemerintah berpotensi menaikkan tarif listrik untuk pelanggan 900 VA tahun depan. Pemerintah beralasan ingin subsidi energi lebih tepat sasaran. (mdk/bim)

Baca juga:
Menhub Budi Minta Transportasi Umum Gunakan Kendaraan Listrik
Pemerintah dan DPR Sepakat Alokasi Subsidi Listrik Capai Rp62,21 T di 2020
Komisi VII Sepakat Subsidi Solar di RAPBN 2020 Turun Rp500 per Liter
Hingga Juli 2019, Pemerintah Habiskan Rp92 triliun untuk Subsidi
2020, Pemerintah Pangkas Subsidi Energi Jadi Rp137,5 Triliun
Jokowi Sebut Sistem Penyaluran Subsidi Pupuk, BBM dan LPG 3 Kg Harus Diperbaiki
DPR Minta Pemerintah Kurangi Subsidi Energi dan Alihkan ke Infrastruktur Gas Bumi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.