Menteri Susi ajak pengusaha ikan lokal keruk untung dari Ceko

UANG » MAKASSAR | 14 Februari 2017 11:04 Reporter : Faiq Hidayat

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak para pengusaha untuk meningkatkan perdagangan komoditas perikanan dan pemasaran produk-produk laut Indonesia ke Republik Ceko. Menurut Menteri Susi, pada saat ini banyak permintaan dari Republik Ceko untuk komoditas seperti ikan tuna dan daging kepiting.

"Indonesia seharusnya menargetkan negara-negara 'landlock' (tidak berpantai) seperti Republik Ceko untuk pemasaran produk-produk hasil laut kita," kata Menteri Susi seperti dikutip dari Antara, Selasa (14/2).

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia telah melakukan kunjungan kerja ke Republik Ceko pada 8-10 Februari 2017. Menteri Susi mengungkapkan impor produk perikanan Republik Ceko dari Indonesia saat ini berada di peringkat ke-19, jauh di bawah Vietnam dan China.

Sejak 2011, nilai impor produk perikanan dari Indonesia cenderung menurun meskipun masih surplus. "Kami ingin tingkatkan 'direct trade' (perdagangan langsung) karena selama ini Republik Ceko melakukan impor produk 'seafood origin of Indonesia' (komoditas perikanan yang berasal dari Indonesia) tetapi 'indirect' (tidak langsung) melalui negara lain," ujarnya.

Maka dari itu, Menteri Susi juga mengajak pebisnis Republik Ceko untuk berpartisipasi dalam "Marine and Fisheries Business Forum" yang rutin dilakukan KKP melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) setiap bulannya.

Dalam ajang tersebut, lanjutnya, KKP melakukan pencocokan aktivitas bisnis dari permintaan pasar atau keahlian seperti apa pasokan atau kebutuhan pebisnis Ceko yang bisa dibantu oleh pebisnis perikanan di Indonesia, begitu juga sebaliknya.

Tidak hanya melakukan perubahan kebijakan di birokrasi, KKP juga berkomitmen untuk mengajak pengusaha Indonesia melakukan promosi produk-produk perikanan dan responsif terhadap permintaan pasar.

"Ada perusahaan seafood Ceko yang ingin impor langsung dari perusahaan Indonesia misalnya, tetapi tidak jadi karena tidak ada balasan dari pihak pengusaha Indonesia," ungkap Menteri Susi. (mdk/bim)

Pemerintah jajaki ekspor ikan napoleon dari Anambas dan Natuna

Punya nilai tinggi, budidaya mutiara harus jadi fokus pemerintah

Berkah olah ikan jadi abon, IRT di Makassar bisa keliling Indonesia

Plt Gubernur Aceh minta DKP tingkatkan pengolahan ikan tuna

Susi: Reklamasi bukan hal tabu, boleh untuk kepentingan publik

Menteri Susi: Perikanan tangkap jangan diserahkan ke asing

Kerja sama IEU CEPA matikan usaha sektor perikanan & pertanian

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.