Menteri Susi: Laut masa depan bangsa, tak boleh dibom

UANG | 19 Januari 2017 16:39 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, potensi perikanan harus dimanfaatkan dengan optimal untuk meningkatkan pemerataan taraf hidup masyarakat. Namun, dia mengingatkan dalam pemanfaatannya harus tetap memperhatikan kondisi laut.

"Sesuai visi misi Presiden Jokowi, laut masa depan bangsa. Kalau laut masa depan bangsa tidak boleh dirusak, tidak boleh dibom, tidak boleh digaruk pakai trawl dan tidak boleh dihancurkan. Harus dijaga," ujar Menteri Susi di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta, Kamis (19/1).

Menteri Susi mengatakan semua yang tergolong kekayaan Indonesia harus dipelihara dan dijaga dengan baik. Termasuk, pulau terluar yang berbatasan dengan negara lain.

"Kenapa penting? Ya, karena berseberangan dengan dunia luar atau negara lain. Jangan sampai hilang. Selain itu untuk menjaga para pencuri ikan, mereka ini harus kita hadapi supaya tidak ambil punya kita," tegasnya.

Selain itu, dia menegaskan para pembudidaya, nelayan dan semua pelaku perikanan harus semakin cerdas dalam mengelola dan memanfaatkan kekayaan laut. Susi berharap tidak ada pelaku usaha perikanan Indonesia yang hanya mengandalkan tenaga asing.

"Orang Bitung lebih suka pakai orang Filipina, karena lebih pintar. Sebab, mereka sudah familiar dengan tuna. Tapi Kita harus stop untuk asing, jangan ada impor nelayan. Kalau pakai asing, kapan pintarnya. Supaya kita bisa olah sendiri, mancing sendiri," pungkasnya. (mdk/sau)


Menteri Susi: Tidak ada perlakuan khusus untuk perusahaan besar
Koreksi Menko Luhut, Susi tegaskan isu asing bisa namai pulau hoax
Kemarahan DPR hingga sebut Luhut ingin jual pulau Indonesia ke asing
Silang pendapat Susi dan Luhut, dari reklamasi hingga pulau pribadi
Di depan DPR, Menteri Susi pamerkan pencapaian kinerja tahun lalu
DPR marah soal rencana Luhut 'jual' Pulau Morotai ke Jepang
Menteri Susi sebut pencurian ikan mulai mengarah ke kriminalitas

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.