Menteri Susi Selamatkan Rp1,37 T Potensi Kerugian Negara dari Penyelundupan Lobster

UANG | 17 Juli 2019 19:06 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia bekerja sama dengan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menggagalkan upaya penyelundupan sumber daya perikanan. Tim Gabungan menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster dan benih sidat (glass eels) di dua lokasi berbeda, yaitu Lampung dan Jambi.

Tim Gabungan Subdit IV Tipidter Direktorat Reskrimsus Kepolisian Daerah Lampung dan Balai KIPM Lampung melakukan penggrebekan di sebuah rumah penampungan benih lobster (BL) yang beralamat di Jalan Banten Kampung Bakung, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung.

"Penggrebekan bermula dengan adanya laporan dari masyarakat mengenai adanya aktivitas penampungan benih lobster di sebuah rumah," tutur Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dikutip keterangannya.

Menteri Susi menuturkan, dalam penggrebekan tersebut diamankan 366.650 ekor BL yang terdiri dari 279.550 ekor jenis pasir dan 27.100 ekor jenis Mutiara. Dari operasi ini, nilai sumber daya ikan (SDI) yang berhasil diselamatkan sebesar Rp54.997.500.000.

Sementara di Jambi, penggagalan upaya penyelundupan BL dilakukan Subdit IV Tipidter Direktorat Reskrimsus Kepolisian Daerah Jambi sekitar pukul 23.00 WIB. Sebanyak 570.550 ekor BL yang terdiri dari 542.200 ekor jenis pasir dan 28.350 ekor jenis mutiara senilai kurang lebih Rp85 miliar serta benih sidat sebanyak 75.000 ekor senilai Rp100 juta berhasil diselamatkan.

Menteri Susi menjelaskan, operasi ini merupakan hasil pengembangan kasus penggagalan upaya penyelundupan BL di Jalan Lingkar Barat 3 Simpang Rimbo Jambi oleh Tim Gabungan Subdit IV Tipidter Bareskrim dan Stasiun KIPM Jambi, pada tanggal 2 Juli 2019 lalu. Sebagaimana diketahui, dalam operasi tersebut berhasil diselamatkan sebanyak 113.412 ekor BL. Kepolisian pun berhasil menangkap pemilik, pemodal, dan penghubung dalam transaksi ilegal tersebut.

Selanjutnya, untuk menjaga keberlanjutan sumber daya lobster maupun sidat di alam, hasil pengamanan di dua lokasi itu dilepasliarkan ke alam. "Benih lobster dan benih sidat ini telah kita lepasliarkan di beberapa lokasi mulai Jumat (12/7) dan Sabtu (13/7) kemarin," ujar Menteri Susi.

Menurut Menteri Susi, penggagalan upaya penyelundupan BL ini menambah deretan keberhasilan pemerintah dalam melindungi sumber daya perikanan Indonesia. Tercatat, sepanjang 2019 hingga 12 Juli, telah berhasil digagalkan 39 kasus penyelundupan BL. Dari total kasus tersebut, telah berhasil diselamatkan 3.163.994 ekor BL dengan senilai Rp474,5 miliar.

"Jika ditotal, dari tahun 2015 hingga saat ini, pemerintah telah berhasil menggagalkan sebanyak 263 kasus penyelundupan BL dan menyelamatkan 9.825.677 ekor benih lobster senilai Rp1, 37 triliun."

Menteri Susi menyebut, penyelundupan seperti ini telah melanggar Permen KP No. 56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus ), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia.

"Kita akan terus memperketat pengawasan dan melakukan operasi rutin, dan tentunya menegakkan hukum dengan tegas untuk menekan kejahatan serupa atau memberikan efek jera."

Baca juga:
Polisi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp143 M di Lampung & Jambi
Menteri Susi Ultimatum Nelayan Soal Penangkapan Benih Lobster
Menteri Susi Lepas Liarkan 870.000 Benih Lobster dengan Potensi Nilai Rp139,8 M
Lobster Senilai Rp17,3 Miliar Hendak di Selundupkan ke Singapura
20 Ribu Bibit Lobster Senilai Rp 3,5 Miliar Hendak Diselundupkan ke Singapura
Menteri Susi Lepas 69.005 Benih Lobster Hasil Selundupan di Karimun Jawa
Polisi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 10 Miliar di Jambi

(mdk/idr)